Loading...

Camat Senapelan: Restoran Terapung Peluang Bagi Pelaku UMKM

RIAUAIR- Pihak Kecamatan Senapelan menyambut baik keberadaan restoran terapung Quantung Cruise yang saat ini telah beroperasi dialiran Sungai Siak. 

Pasalnya, keberadaan restoran terapung ini dapat mendongkrak ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menjual berbagai produk yang dihasilkan pada wisatawan, baik berupa souvenir, ataupun kuliner.

"Munculnya potensi-potensi ekonomi kreatif yang ada di wilayah kecamatan masing-masing, contohnya Senapelan, keberadaan restoran terapung Quantung Cruise. Harapan kita, ini memberikan peluang dan potensi bagi masyarakat kecamatan untuk memperoleh income tambahan," ujar Camat Senapelan, Fabilah Sandi saat diminta tanggapannya terkait keberadaan restoran terapung di wilayahnya.

Loading...

Lanjutnya, restoran terapung yang merupakan objek wisata baru di Kecamatan Senapelan, dapat menjadi peluang di berbagai sektor.

"Dari semua sektor, baik sektor pendidikan, ini bisa dimanfaatkan oleh pemuda pemudi potensial yang ada dikecamatan, ada juga peluang bagi pelaku ekonomi kreatif lainnya yang ada di wilayah kecamatan ini. Contohnya, mungkin ada pengrajin yang bergerak di bidang souvenir, pelaku usaha makanan atau kuliner. Disinilah peluangnya. ada pasar yang datang ke kecamatan," jelas Fabilah Sandi.

Namun demikian, dikatakan Obet, panggilan Camat Senapelan, dirinya berharap, restoran terapung didukung dengan sarana prasaran memadai, seperti pelabuhan dan ruang tunggu bagi wisatawan.

"Harapan kami, tentu disini perlu tetap didukung oleh pemerintah, khususnya oleh Kota Pekanbaru. Baik dalam segi pendidikan atau pelatihan bagi pemuda pemudi kita, bisa sebagai pemandu wisata, atau kerap disebut tour guide, ataupun pelayanan di restoran terapung," ucap Obet.

Disinggung upaya apa saja uang dilakukan oleh pihaknya dalam mempromosikan restoran terapung, dijawab Obet, disetiap momen pertemuan, baik tingkat kelurahan maupun kecamatan, kami selalu menginformasikan kepada masyarakat. Baik melalui RT/RW, kelurahan, dan bahkan langsung kepada individu masyarakatnya. 

"Buktinya masyarakat ingin ikut, berkontribusi di sini apa, yakni terjadinya peningkatan pengurusan perizinan IUMK (izin usaha mikro) disegala sektor, yang dominan itu kuliner," ucap Obet.

Dikesempatan ini, pria yang pernah menjabat Kabid Pendapatan di Bapenda Kota Pekanbaru ini berharap, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat memberikan stimulus pada masyarakat, diantaranya berupa pelatihan agar dapat menghasilkan produk yang menarik yang nantinya dapat dipasarkan pada wisatawan, baik wisatawan lokal, maupun luar.(R02/pku)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]