Loading...

Realisasi Baru Sekitar 0,26 Persen, untuk Kali Kedua Rehab Gedung DPRD Pelalawan Mangkrak

RIAUAIR- Untuk Kali kedua, Proyek Pembangunan Rehabilitasi Gedung DPRD Pelalawan senilai Rp 2,177 miliar lebih dari APBD Kabupaten Pelalawan tahun anggaran 2020 mangkrak.

Sebelumnya, di tahun 2019 lalu proyek yang sama dengan anggaran jauh lebih besar Rp 3.282.839.705.04 bersumber dari APBD Pelalawan 2018 juga mangkrak serta putus kontrak.

"Saya pesimistis proyek yang dikerjakan rekanan CV Amira Pratama tersebut akan selesai tepat waktu.  Sementara progress pelaksaaan kegiatan minggu ke- 7, dari 120 hari kerja, progress akumulatif rencana  36,58%  realisasi progress   ± 0,26 %   , sehingga  terjadi keterlambatan sebesar  ±  36,32 % ,"Jelas Ismed Muria  dari CV. Sema Mandiri Consultan selaku Konsultan Pengawas Proyek Pembangunan Rehabilitasi Gedung DPRD Pelalawan, kepada media ini, Sabtu (10 Oktober 2020) via telpon seluler. Dan data ini didapat setelah menlakukan analisis peninjauan dilapangan.

Loading...

"Dengan sisa waktu kontrak yang hanya tinggal 50 hari kerja terhitung tanggal 10 oktober 2020 lagi, berkemungkinan besar pekerjaan rehab kantor DPRD Pelalawan tidak akan selesai," paparnya.

Selaku Konsultan Pengawas Proyek Pembangunan Rehabilitasi Gedung DPRD Pelalawan. Pihaknya telah melayangkan surat tenguran kepada Kontraktor Pelaksana

CV. Amira Pratama. Surat bernomor. : 01/SMC/SP-AP/IX/2020 menjelaskan bahwa berdasarkan hasil monitoring evaluasi pelaksanaan pekerjaan renovasi gedung DPRD Kab Pelalawan, terkait dengan progress pelaksaaan kegiatan minggu ke- 7, progress akumulatif rencana  36,58%  realisasi progress   ± 0,26 %, sehingga  terjadi keterlambatan sebesar  ±  36,32 % .  

Berdasarkan analisis peninjauan dilapangan terdapat beberapa hal Antara lain.

1. Material belum lengkap.

2. Kurangnya evisiensi dalam membagi bidang pekerjan pekerja

Untuk itu konsultan supervise memerintahkan agar kontraktor melakukan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut:

1. Menambah jumlah pekerja untuk mengejar tertinggalnya progress pekerjaan dari progress rencana.

2. Berkoordinasi dengan pabrikan/toko agar segera mendatangkan material ke lokasi.

3. Melakukan reschedule pekerjaan agar dapat mengejar ketertinggalan progress pekerjaan.

"Surat teguran kedua, akan kita layangkan lagi kepada CV Amira Pratama," tegasnya.

Sebelumnya, sikap kesal diungkapkan Plt Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan MD Rizal.

Bahkan Plt ini murka. Sebab rekanan CV Amira Pratama terkesan  dengan segaja sabotase, sehingga pekerjaan Proyek Pembangunan Rehabilitasi Gedung DPRD Pelalawan senilai 2,177 Miliar lebih  kembali gagal.

Setidaknya hal terlihat jelas dilapangan, sesaat inveksi mendadat (Sidak) yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan. Jum'at (09 Oktober 2020). 

Di lokasi proyek MD Rizal didampingi Kabag Umum Sekretariat DPRD Pelalawan Farid Mukhtar terlihat mengeluar nada emosi setelah melihat pekerjaan Pekerjaan Proyek Pembangunan Rehabilitasi Gedung DPRD Pelalawan amburadul bahkan pekerja hanya beberapa orang saja. (R06)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]