Loading...

Tinjau TPA Muara Fajar, Wali Kota Minta DLHK Benahi Sanitary Sampah

Walikota Pekanbaru DR. H. Firdaus, ST.MT Tinjau TPA Muara Fajar.

RIAUAIR-  Wali Kota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, ST. MT, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk membenahi sistem pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Muara Fajar. 
 
Wako menilai, TPA Muara Fajar perlu dibenahi agar sistem sanitary berjalan dan tertata dengan baik. Hal ini disampaikan Wali Kota Pekanbaru saat meninjau pengelolaan sampah yang ada di TPA 2 Muara Fajar pada, Rabu (16/9/2020) siang.
 
Saat itu, Wali Kota melihat banyak tumpukan sampah yang nyaris menutupi jalan masuk ke dalam areal TPA yang dihawatirkan bila tidak cepat dan segera dirapikan akan membuat lahan yang tersedia menjadi kritis dan  tidak bisa dilalui kendaraan penangkut sampah yang hilir mudik setiap harinya. 
 
"Memang perlu dibenahi pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir ini," ujar Wako. 
 
Dikatakan Wali Kota, harusnya sistem pembuangan sampah dilakukan dengan benar, agar sampah tidak menggunung di pintu masuk TPA. 
 
Akibatnya kendaraan pengangkut sampah hanya sampai dipintu gerbang saja, dan tidak sampai ke dalam lokasi pembuangan. 
 
Menurutnya, saat ini sistem pengelolaan sampah di TPA harusnya dilakukan merata di semua permukaan dan bukan hanya pada satu sisi saja.
 
Wali Kota juga sudah menginstruksikan  kepala DLHK Pekanbaru untuk bisa memperbaiki dan membenahi manajemen  penanganan sampah di TPA ini. 
 
Diingatkan Firdaus, bahwa pihaknya akan kembali  memantau pembenahan yang dilakukan di TPA tersebut.
 
"Tadi saya sampaikan ke pak Agus, sewa alat dozer (alat berat) dua unit, dan pindahkan sampah yang menumpuk di pintu masuk agar normal kembali," pungkasnya.
 
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menjelaskan, bahwa, produksi sampah yang diproduksi dan masuk ke TPA Muara Fajar ini diperkirakan berkisar 800 kubik per hari. 
 
Jumlah tersebut, dikatakan wali Kota memerlukan siasat agar bisa menyesuaikan dengan ketersediaan tempat pembuangan akhir sampah yang dimiliki oleh pemerintah kota. 
 
Karena itulah, sebut dia, perlu cara yang telat untuk bisa mengelola sampah ini. Disanalah, diperlukan sanitary landfill yang baik. 
 
Petugas, dikatakan dia juga tidak boleh lengah, karena begitu lengah beberapa hari saja, maka akan terjadi penumpukan yang menyebabkan sampah tidak terkelola.(R02/PKU)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]