Loading...

Karena Sagu, Riau Tak Lagi Dikenal hanya karena Migas dan Kelapa Sawit

Gubernur Riau saat menghadiri pertemuan tahun keempat daerah penghasil sagu di Hotel Pangeran Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUAIR.COM) - Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi Seminar Sagu Asean tahun 2018 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (7/8/2018).

Dalam Sambutannya Gubri mengatakan bahwa Provinsi Riau awalnya lebih dikenal dengan provinsi Migas, dan juga kebun kelapa sawit di Indonesia.

"Beberapa tahun ini Provinsi Riau tengah giat giatnya mempromoikan sagu dalam mengatasi masalah pangan di Provinsi Riau," ungkapnya.

Loading...

Gubri juga menjelaskan bahwa, di Provinsi Riau semangat mengembangkan sagu  karena Riau bukan penghasil beras jadi setiap tahun kita tergantung di Provinsi tetangga dan Jawa, sehingga  mudah mudahan sagu bisa mengatasi masalah pangan di Provinsi Riau.

"Karena permintaan sagu setiap tahunnya meningkat dan banyak disukai masyarakat dan tamu yang datang ke Riau sehingga sekarang di kota Pekanbaru sudah gampang mendapatkan sagu, baik untuk sarapan makan siang dan malam karena permintaan sagu semakin meningkat setiap tahunnya," tambahnya.

Gubri juga menjelaskan bahwa Provinsi Riau mulai tahun 2015 sejalan dengan mempromosikan sagu juga memperkenalkan pariwisata berbasis budayaGubri juga berharap dengan sagu yang saat ini mulai disukai masyarakat dan tamu yang datang ke Riau sehingga permintaan sagu meningkat dan bisa mengatasi masalah pangan di Provinsi Riau.

"Dengan adanya seminar ini kami berharap sagu yang ada di daerah daerah Indonesia bisa menyumbang untuk nasional baik itu di segi pangannya dan perekonomiannya serta sagu Indonesia makin hebat dan makin diakui serta bisa menjadi sumbangsih bagi negara," tutupnya. (R07/Mcr)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]