Loading...

Harga Kelapa Terus Turun, Pemilik Kapal Motor di Inhil Mengeluh, Begini Katanya...

TEMBILAHAN (RIAUAIR.COM)– Dampak turunnya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ternyata sangat dirasakan oleh para pemilik Kapal Motor (Pompong).

Pemilik usaha armada transportasi yang mendistribusikan sembilan bahan pokok (Sembako) dan logistik lainnya ke daerah – daerah (Kecamatan) di Kabupaten Inhil mengeluhkan semakin sepinya muatan barang yang dibawa setiap kali berangkat mendistribusikan logistik dan sembakonya ke Kecamatan, apalagi sejak turunnya harga kelapa di Inhil dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut seorang pemilik Pompong, Putra, sebelumnya pompong miliknya biasa membawa muatan penuh atau mencapai 100 persen, namun saat ini muatannya menurun drastis dan di perkirakan menjadi 70 persen.

Loading...

“Aduh bang, selama kelapa murah ni muatan makin sepi bang, muatan jarang penuh. 

Orang – orang kapal semuanya pada ngeluh karena muatan makin sepi,” ujar Putra seperti dilansir dari tribunpekanbaru di Pelabuhan Lasdap Tembilahan, Rabu (9/5/2018) lalu.

Menurut Putra, kondisi seperti ini semakin parah terjadi sejak Bupati tidak menjabat lagi.

Penurunan pun semakin dirasakan oleh Putra, Karena setiap pekannya Kapal yang juga dirinya Nakhodai itu, mengantar muatan ke daerah – daerah yang notabene banyak petani kelapanya.

“Kalau di Kecamatan Gaung semuanya merata pada ngeluh masalah muatan. Tanpa petani kelapa, semua menjadi susah. Karena orang toko mengharapkan petani kelapa untuk belanja,” ucap Putra.

Terakhir Putra berharap Pemerintah harus mengambil langkah cepat dan tepat untuk mengatasi masalah ini, karena dampaknya sangat dirasakan oleh berbagai pihak dan tidak hanya petani kelapa saja.

“Ya jelaslah harapan masyarakat, harga kelapa harus naik. Kalau kelapa udah tinggi harga jualnya, semuanya kan merasa menguntungkan. Contoh para petani, orang toko dan orang kapal merasakan keuntungannya,” harap Putra.(tpc)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]