Loading...

Bupati Inhu Ikut Mengaduk Semen dan Pasir Saat Hadiri Program Padat Karya Tunai

Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto bergotong royong bersama warga.

SEBERIDA (RIAUAIR.COM)- Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H. Yopi Arianto SE hadir sekaligus memantau kegiatan Padat Karya Tunai di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Sabtu 5 Mei 2018 siang.
 
Hadir juga dalam kegiatan itu, Plt Sekda Inhu Ir. H. Hendrizal M.Si, Kepala Dinas PMD Inhu Ir Hasman Dayat M.Si, Plt Kepala Distankan Inhu Paino SP, Kasi Penata Keuangan dan Asset Desa Dudi Sumbari SAB, Anggota DPRD Inhu Samsudin, Camat Seberida Wisnu Subroto, perwakilan Kapolsek dan Danramil, TA P3MD dan sejumlah Fasilitator Kecamatan.
 
Dalam acara tersebut, Kepala Desa Paya Rumbai, Rosman Yatim dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Inhu yang telah berkenan menghadiri agenda padat karya tunai di desa yang dipimpinnya.
 
Dijelaskannya, dalam kegiatan Padat Karya Tunai ini, melibatkan sebanyak 170 orang pekerja yang terdiri dari 141 laki-laki dan 29 orang tenaga kerja perempuan, dengan kerjaan fisik berupa semenisasi.
 
Rosman Yatim menilai program padat karya tunai ini sangat baik sekali, karena akan sangat membantu warganya terutama bagi mereka yang mempunyai penghasilan dari kelas menengah ke bawah.
 
"Kita wajib bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, dengan demikian Insya Allah Desa Paya Rumbai kedepan dapat lebih maju seperti desa-desa lainnya, "ujar Rosman. 
 
Selanjutnya, Bupati Inhu H. Yopi Arianto SE dalam sambutanya merasa senang bercampur haru dengan kinerja kepala Desa Paya Rumbai yang telah melakukan transparan dengan Anggaran Dana Desa tahun ini, juga pada tahun-tahun sebelumnya.
 
Sisi lain juga, Bupati Inhu merasa sudah lama tidak berkunjung ke Desa Paya Rumbai.
 
"Desa Paya Rumbai termasuk berhasil dengan menciptakan kembali sistem gotong royong yang kini bisa dibilang hampir hilang, sistem ini yang diharapkan Presiden Indonesia Pak Joko Widodo.
 
"Transparansi itu adalah kunci kejujuran dalam melaksanakan tugas untuk masyarakat supaya tidak ada kecurigaan dari masyarakat," sebut Bupati termuda di Riau ini.
 
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Inhu Ir Hasman Dayat M.Si saat dikonfirmasi mengatakan bahwa semua proyek pembangunan yang anggarannya berasal dari dana desa wajib digunakan secara swakelola atau padat karya tunai, dengan memberikan upah bagi masyarakat desa yang bekerja 30 persen dari nilai proyek pembangunannya.
 
"Pengerjaannya tidak boleh dilakukan dengan menggunakan kontraktor. Pengerjaannya harus dilakukan secara swakelola oleh masyarakat desa, dan 30 persen dari nilai proyek tersebut wajib digunakan untuk membayar upah buat masyarakat yang bekerja. Dan harus dibayar harian atau mingguan," terang Hasman Dayat.
 
Mantan Kepala Disperindag Inhu ini juga menjelaskan program padat karya tunai merupakan program yang mengutamakan sumber daya lokal, tenaga kerja lokal dan teknologi lokal desa. 
 
Sejumlah manfaat yang bisa dirasakan masyarakat desa jika program ini berjalan dengan baik di antaranya perluasan kesempatan kerja, pendapatan tambahan masyarakat desa, dan perluasan mutu. 
 
Dalam kegiatan padat karya tunai  itu, Bupati Inhu bersama Plt Sekda Inhu, Kepala Dinas PMD Inhu melakukan aksi mengaduk pasir dan semen yang akan digunakan untuk pembangunan semenisasi di desa tersebut.
 
Selain itu, juga dilakukan penyerahan bantuan dari beberapa perusahaan berupa kloset secara simbolis, seperti dari PT WMI, PT Alam Sari, PT Tugu Palma dan Pertamina, serta ada juga penyerahan bantuan uang yang bersumber dari Dana Desa untuk Bumdes setempat senilai Rp100 juta. (R08/wr)
 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]