Loading...

Rumah Petani di Rohil Disantroni Rampok, Pemilik Disekap, Harta Senilai Rp800 Juta Digasak

BAGANSIAPIAPI (RIAUAIR.COM) - Komplotan bandit bersenjata api satroni rumah warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Pemilik rumah disekap dan kawanan perampok ini menggasak uang Rp 785 Juta dan emas 40 gram.

"Total kerugian korban diperkirakan Rp800 juta. Karena selain uang Rp 785 juta juga kawanan perampok bersenjata ini mengambil emas 40 gram senilai Rp 15 juta," kata Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adiwuryanto kepada wartawan, Kamis (3/5/2018) seperti dilansir Detik.com.

Sigit menjelaskan, korban perampokan ini adalah, Tardi (50) petani warga Jl Lintas Ujung Tanjung, Kampung Melati, Kel Melayu Besar Kec Tanah Putih Tanjung Melawan (TPTM), Rohil. "Di rumah korban ditemukan barang bukti berupa selongsong pistol jenis FN satu butir," kata Sigit.

Loading...

Perampokan ini, lanjut Sigit, terjadi pada Minggu (29/4) sekitar pukul 02.30 WIB. Kawanan bandit yang belum diketahui berapa orang jumlahnya, masuk dalam rumah korban setelah merusak terali besi jendela.

Melihat ada orang yang masuk dalam rumah, kata Sigit, dua anak korban Putra Nanda dan Andri Hermawan keluar dari kamarnya. Melihat hal tersebut, salah satu pelaku langsung menembakan pistolnya ke langit-langit rumah.

"Setelah itu para pelaku mengikat seluruh korban yang ada di rumah itu dengan kain gorden. Mulut para korban juga dilakban," kata Sigit.

Selanjutnya para pelaku mengacak-acak kamar korban. Di salah satu lemari ditemukan uang kontan Rp 785 juta. Tak hanya itu saja, perhiasan emas yang dipakai istri korban, Sukarti dirampas para kawanan bandit.

"Setelah mendapatkan uang dan emas, para pelaku keluar dan melompat pagar," kata Sigit.

Sebenarnya saat terjadi perampokan, kata Sigit, tetangga korban Budiono (38) mendengar suara teriakan meminta tolong. Saksi Budiono terbangun dan mencoba pergi ke rumah korban.

"Hanya saja saat saksi mendekati rumah tetangganya itu, kawanan perampok ini lantas menodongkan senjata. Lalu saksi kembali ke rumahnya. Kasus ini masih kita selidiki," tutup Sigit. (*)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]