Loading...

Kunker ke Riau, DPR Usulkan Relokasi Bandara Syarif Kasim II, Ini Alasannya

PEKANBARU (RIAUAIR.COM) - Komisi V DPR RI mengusulkan agar segera dipikirkan relokasi pembuatan bandara udara internasional yang baru di Riau. Hal ini terkait rencana menjadikan Riau sebagai embarkasi haji, dan upaya peningkatan foreign tourist arrival (FTA) di Bandara Syarif Kasim 

"Perlu segera dipikirkan relokasi untuk pembuatan bandara internasional yang baru," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir, dalam keterangan persnya seperti dilansir rilis.id, Rabu (2/5/2018).

Menurut politisi Partai Golkar ini, rencana menjadikan Riau sebagai embarkasi haji, dan upaya peningkatan FTA, di mana bandara sebagai pintu masuk utama, maka optimalisasi Bandara Sultan Syarif Kasim II perlu segera dilakukan.

Loading...

Hanya saja masalahnya, nilai Ibnu Munzir, jika bandara yang ada sekarang akan dikembangkan maka punya konstren (kendala) waktu pembebasan lahan masyarakat, dan status sebagai civil enclave airport (bandara sipil di zona militer) yang menyulitkan pemanfaatan lahan untuk kepentingan komersil.

"Sedang investasi yang sangat besar, sekitar Rp1,9 triliun lebih, maka sebaiknya dipertimbangkan pengembangan selanjutnya, relokasi pembuatan yang baru, sambil mengoptimalkan yang ada," ujar politisi asli Sulawesi Barat ini.

Selain itu, paparnya, infrastruktur jalan nasional di Riau, untuk menghubungkan dengan provinsi lain di wilayah Sumatra, pun harus dibangun dan ditingkatkan.

"Komisi V me-support rencana ini dan meminta agar Kementerian PUPR memprioritaskan hal ini," pungkas Emon, sapaan akrabnya.
Komisi V DPR mengadakan kunjungan kerja ke Riau dari 2-4 Mei. Selain meninjau perpanjangan runway Bandara Syarif Kasim II, rombongan yang dipimpin Ibnu Munzir ini juga meninjau preservasi jalan nasional, dan rencana jalan tol 6 seksi, serta beberapa program mitra Komisi V. (R02)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]