Loading...
Dampingi Kunjungan Menteri Desa PDTT

Bupati Azis Zaenal Minta 70 Desa Tertinggal di Kampar Mendapat Perhatian Seius dari Pusat

TAPUNG, RIAUAIR.COM - Pemerintah Kabupaten Kampar sangat menginginkan perhatian terhadap 70 Desa tertinggal dari Pemerintah Pusat, tidak hanya dari Anggaran Dana Desa, tapi diharapkan ada bantuan anggaran lain untuk membangun industri kecil agar nantinya lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa tersebut.

Begitu dikatakan Bupati Kampar Azis Zaenal saat mendampingi Kunjungan Menteri Desa PDTT,  Eko Putro Sandjojo, BSEE,  M.BA ke Desa Sari Galuh,  Kecamatan  Tapung, Rabu (25/4) lalu.

Eko bersama rombongan disambut langsung Bupati Kampar Azis Zaenal,SH,MM didampingi Wakil Catur Sugeng Susanto, Kapolres Kampar AKBD Deni Okvianto,SIKSH,MH, Dandim 031/KPR Letkol Inf Beni Setiyanto, Danyon 132 BS Salo Letkol Inf Aidil Amin,SP serta ribuan masyarakat Tapung.

Loading...

Ditambahkan Azis, untuk meminimalisir Desa tertinggal, tidak hanya cukup dengan menggunakan dana desa saja untuk itu pihaknya juga komit melakukan akselerasi di setiap desa dengan menambahkan dana bagi Koperasi dan pasar dari Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Kampar agar nantinya setiap desa bisa mandiri dan lebih cepat maju dengan berbagai industri kecil yang mereka kembangkan 

“Dengan komitmen kita bersama dalam membangun desa dan juga adanya bantuan dari pemerintah pusat, kita sangat berharap pada tahun 2019 nanti , jumlah desa tertinggal yang berasal diangkat 70 bisa berkurang,” harap Azis

Menurut Azis, hal ini tidak ada kendala hanya tingal waktu saja. Kalau dulu mungkin programnya beda, sekarang kita buat program baru yang membuat masyarakat tertarik seperti indusrti-industri kecil. Contoh sekarang ada suatu produk, tetapi dalam menjual produk itu susah atau pemasarannya susah.

Dengan demikian marketnya itu harus ada orang, kalau dulu manajemen itu  pasarnya yang utama. Hal ini bisa saja di darmaga, Airport, Pasar idaerah lain yang belum dikenali, sebut saja keripik nenas kita di Kampar sebenarnya Enak dan nikmat hanya saya pemasaran yang kurang.

Untuk itu pasar yang utama, kita tidak mau di Kampar ada Desa-desa  terpencil lagi atau ditinggalkan, ini kita samaratakan dalam pembangunan," terang Azis. 

Sementara itu Menteri Desa PDTT,  Eko Putro Sandjojo, BSEE,  M.BA didampinggi Ditjen PPMD Taufik Majid dan Dirut PMD M fahri mengatakan bahwa dengan adanya Anggaran Dana Desa sudah membantu 15 ribu Desa-desa tertinggal di Indonesia, namun saat ini di Kabupaten  Kampar masih ada sekitar 70 desa tertinggal, untuk itu kita dari pemerintah pusat berjanji akan memberikan sentuhan-sentuhan terhadap desa yang tertinggal tersebut dengan berbagai program yang kita miliki sehingga nantinya jumlah desa tertinggal dapat berkurang.

Pada kesempatan tersebut, Eko menghimbau kepada seluruh masyarakat desa agar mendukung kepala desanya untuk melakukan pembangunan, dan yang lebih penting lagi, seluruh pembangunan di desa yang mengguanakan ADD harus mnggunakan pola swakelola, jangan menggunakan jasa kontraktor namun dikerjakan oleh masyarakat desa tempatan dan material juga diambil dari Desa tersebut hingga nantinya uang perputar di Desa tersebut yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat desa. 

"Kita sudah lihat langsung antusias masyarakat sangat besar, terutama masyarakat Transmingransi sendiri yang pendapatannya saya lihat sudah diatas rata-rata Rp 5 juta/bulan dari hasil kebun sawit. Mungkin petani karet agak kurang karena harga karet turun," katanya.

Sekali lagi , kita lihat di Kabupaten Kampar khususnya bagi Kecamatan Tapung sendiri merupakan daerah Transmigrasi yang pendapatan masyarakatnnya lebih dari Rp 5 juta/bulan. (Adv/hms/kampar/CR6)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]