Loading...

Bukti Dan Keseriusan Dinkes Inhil, Dari 168 ODGJ Yang Dipasung, Saat Ini Hanya Tinggal 3 Jiwa

TEMBILAHAN (RIAUAIR.COM)- Bukti keseriusan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Dalam Menargetkan Inhil Bebas Pasung di tahun 2019 hampir terwujud.

Terbukti, berdasarkan data ODGJ tahun 2014 sebanyak 312 jiwa, tahun 2015 sebanyak 460 jiwa, tahun 2016 sebanyak 674 jiwa, tahun 2017 sebanyak 791 jiwa, dan tahun 2018 sebanyak 847 jiwa, pada tahun 2018 ada 19 jiwa yang dirujuk dan 21 jiwa yang dijemput.

Data pasung tahun 2014 sebanyak 168 jiwa, tahun 2015 sebanyak 119 jiwa, tahun 2016 sebanyak 11 jiwa, tahun 2017 sebanyak 33 jiwa, dan tahun 2018 hanya tinggal 3 jiwa,” hal tersebut disampaikan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Zainal Arifin pada Rapat Kerja Kesehatan, pada senin pagi di aula hotel IP, (09/4/2018)

Loading...

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Zainal Arifin mengatakan, dengan hasil saat ini, hanya tinggal 3 Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang belum bebas pasung dari 168 jiwa pada tahun 2014 lalu yang masih dipasung, ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen dinas kesehatan kabupaten inhil dalam mewujudkan inhil bebas pasung di tahun 2019.

Zainal juga mengatakan dengan masih adanya 3 orang pasien ODGJ yang masih dipasung, dinas kesehatan inhil berkomitmen dalam waktu cepat akan menangani, dan jika pasien tersebut dapat dikirim Ke Rumah Sakit Jiwa Tampan, maka kabupaten inhil merupakan kabupaten pertama diriau yang bebas pasung, sebut zainal.

Zainal juga menamabkan, ditahun 2018 ini merupakan tahun totalitas bagi dinas kesehatan inhil dalam meningkatkan kesehatan masayarakat, sebut zainal. 

Melihat Kesriusan Dinas Kesehatan Inhil Menangani ODGJ, Direktur RSJ Tampan Pekanbaru mengapresiasi kinerja Diskes Inhil yang berhasil melakukan penurunan secara signifikan tingkat pasung terhadap ODGJ di Inhil.

“Penanganan ODGJ terutama yang dipasung pertama sekali saya mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Inhil tinggal 3 jiwa lagi, ini merupakan kerja yang baik sekali, prestasi yang sangat tinggi. Saya mengapresiasi prestasi ini, karena kita sudah sering kali menyuarakan bebas pasung tapi masih banyak yang terjadi. Mengenai penangannan pasung di RSJ Tampan kita sudah ada SPM nya, kita juga sudah terakreditasi paripurna sehingga penanganannya sudah sesuai dengan prosedur SPM. Kami biasanya melakukan UPIP yaitu Unit Pelayanan Intensif Psikiatri ada beberapa hari dan tingkatan kemudian kita kembalikan kepada rawatan tenang. Yang paling penting adalah motivasi dari keluarga karena keluarga adalah orang terdekat yang harus mensupport kesehatan pasien,” urainya.(CR4/sal)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]