Loading...

Polisi Berhasil Tangkap Terduga Pembunuh Nurul Komariyah, Ini Orangnya...

Man, suami Nurul Komariyah diamankan di Penjaringan Jakarta Utara.

PEKANBARU (RIAUAIR.COM) - Butuh sepekan bagi pihak kepolisian untuk mengungkap kasus kematian dan juga pembunuhan Nurul Komariyah, warga Desa Semukut, Kepulauan Riau, yang jasadnya ditemukan di rawa-rawa Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Selatpanjang Kota Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti - Riau pada 25 Maret 2018 lalu.

Meski banyak petunjuk yang mengarah kepada suami korban sebagai pelaku, namun polisi akhirnya bisa membekuk pelaku berinisial RM alias Man berhasil dibekuk di Jalan Ekor Kuning/Semut Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Ahad sore (1/4/2018).

Penangkapan tersebut melibatkan anggota Direktorat Reskrimum Polda Riau serta Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Meranti, pada Minggu (1/4/2018) sore lalu.

Loading...

Pelaku yang juga suami korban berhasil ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama sepekan lamanya, dengan merangkum keterangan saksi-saksi. 

Penangkapan tersebut dibenarkan Kapolda Riau Irjen Nandang melalui Direktur Reskrimum Kombes Hadi Poerwanto, Senin (2/4/2018) siang. Ia mengatakan, Man diduga melakukan pembunuhan seorang diri. Meski demikian, aparat berwajib masih akan melakukan penyidikan, apakah ada orang lain yang terlibat. 

Rencananya, pelaku diterangkan dari Jakarta menuju Pekanbaru sore ini, menggunakan pesawat komersil.

Pelaku yang melakukan pembunuhan ini juga disertai dengan pencurian dengan membawa tas berisikan uang dll, Kalung emas dan Hp korban. 

Polisi bisa menjerat pelaku dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan seseorang. Dan pasal 340 pembunuhan berencana dengan ancaman 20 tahun penjara ataupun hukuman mati.

Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah Nurul Komariah ditemukan oleh warga bernama Tintin bersama kedua keponakannya di tumpukan sampah dekat area bekas pabrik papan, Kelurahan selatpanjang kota, kabupaten kepualauan Meranti pada Minggu, (25/3/2018) sore saat mereka ingin mencari Musil dan kerang.

Saat ditemukan, korban menggunakan baju lengan panjang warna merah dan celana warna hitam. Jenazah wanita itu terlihat berlumuran tanah sedangkan wajahnya tidak terlihat ditutupi dengan pakaiannya berwarna merah. 

Dari hasil olah TKP dan visum (pemeriksaan luar) ditemukan banyak bekas kekerasan. Diantaranya ditemukan 2 luka robek di bagian kepala belakang dengan kedalaman 1.5 cm, 1 luka robek di bagian puncak kepala, 3 luka robek di bagian dahi, 1 luka robek dibagian bawah mata kiri, 1 luka robek dibagian pangkal hidung dan di bagian mata kiri dan kanan dalam keadaan lebam pendarahan, di sekitar rahang bawah dan leher juga ditemukan luka lebam berwarna merah dan biru, selain itu juga ditemukan luka dibagian dada tengah dan punggung.

Dari hasil olah TKP Minggu sore, ditemukan juga beberapa barang bukti. Diantaranya, pecahan isolator, plastik, kayu, kantong warna hijau, ada noda darah. Juga ditemukan tas ransel warna hitam, sandal jepit warna hitam, dan pita rambut. (*)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]