Loading...
Ketika Kepala Daerah di Sumatera Apresiasi Kemajuan Kota Pekanbaru

Kotanya Bersih dan Rapi, Pembangunannya Tumbuh Pesat, Smart City- nya Layak Dicontoh...

Suasana pembukaan City Expo 2018 di Jalan Cut Nyak Chien Pekanbaru.

PEKANBARU, RIAUAIR.COM - Pelaksanaan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 1-3 Februari 2018 sukses dilaksanakan di Kota Pekanbaru.

Sejumlah agenda besar yang dijadwalkan juga terselenggara dengan baik. 

24 Wali Kota serta ribuan anggota rombongan juga tak lepas memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan iven yang membahas banyak isu strategis terkait pembangunan di wilayah perkotaan, kendala dan upaya untuk mencarikan jalan keluarnya.

Loading...

Momen ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman, pengetahuan, berbagi strategi dalam menciptakan pembangunan kawasan perkotaan yang sinergis, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan dan situasi masyarakat dewasa ini. 

Hal tersebut setidaknya terungkap dari sejumlah paparan dan sambutan yang disampaikan para Wali Kota.

Seperti yang diungkapkan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin yang membuka pelaksanaan Muskomwil I Apeksi di Hotel Arya Duta Pekanbaru, pada 1 Februari 2018. 

Disebutkan Zulmi, Apeksi bisa dijadikan sarana bertukar pikiran, bertukar pengalaman, dalam upaya meningkatkan kapasitas kota, kualitas pengelolaan dan profesionalisme para pengelola kota dalam menjalankan fungsi dan mendukung kegiatan warga.

Apeksi juga bisa menjadi  pusat pertukaran informasi dan komuniksi sesama anggota, mitra organisasi, kelompok masyarakat serta lembaga lain yang relevan dan mengembangkan citra positif mengenai peran pemerintah kota.

*Perkembangan Pekanbaru yang Terus Dipuji

Banyak pengalaman dan kisah yang didapati rombongan 24 kepala daerah saat berkunjung ke Kota Pekanbaru bersempena Moskomwil I Apeksi.

Bagi mereka yang baru pertama sekali tiba, tentulah, akan tercengang melihat keberadaan kota Pekanbaru yang demikian maju dan berkembang. 

Membicarakan Pekanbaru dengan kondisi yang ada saat ini tentunya membelalakkan mata. Perekonomian bangkit, infrastruktur yang tertata apik.

Sementara bagi mereka yang sudah pernah dan sering berkunjung, perkembangan Kota Pekanbaru nyaris terjadi setiap waktu.Perubahan-perubahan yang terjadi menjadikan kota ini menjadi pusat pertumbuhan yang relatif cepat di wilayah Sumatera.

Hal tersebut salah satunya yang diungkapkan Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah yang mengakui pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru dewasa ini. 

“Kehadiran Bapak/Ibu semua selaku Kepala Daerah dan Pelayan Warga Kota tentu merupakan wujud dari kepedulian kita dan tentu saja untuk melihat perkembangan pembangunan yang cukup pesat di Kota pekanbaru,” Puji Mahyeldi saat malaporkan aktivitas Apeksi di bawah kepemimpinannya 3 tahun sebelumnya.

Mahyeldi juga mengajak kepala daerah untuk banyak belajar dari Pemko Pekanbaru, khususnya ada beberapa aspek yang bisa dijadikan studi perbandingan komperatif yang bermanfaat untuk diterapkan di kota-kota masing-masing.

“Keberhasilan kota Pekanbaru dalam beberapa aspek terutama Infrastruktur, Pendidikan dan Pelayanan Publik tampaknya bisa dijadikan studi komperatif bagi kita sekalian agar bisa diterapkan dan disesuaikan dengan model pembangunan di kota-kota masing-masing kita memimpin.” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Apa yang disampaikan Mahyeldi tentunya bukanlah sebuah ucapan membahagiakan yang disampaikan guna membesarkan hati masyarakat Pekanbaru sebagai tuan rumah Apeksi. Setidaknya, hal tersebut menjadi catatan yang diharapkannya juga bisa memberi pengalaman bagi jajaran Pemerintah Kota Padang yang hadir pada kegiatan yang dilaksanakan di Pekanbaru ini. 

Ya, pada Muskomwil I Apeksi ini, Mahyeldi membawa sejumlah staf pentingnya untuk menimba banyak informasi dan pengalaman dari Kota Pekanbaru sebagai daerah tetangga terdekat.

''Pekanbaru adalah kota yang menarik, dan punya daya tarik tersendiri bagi banyak warga dan daerah di sekitarnya,'' puji Mahyeldi lagi. 

Karena itulah, pada kesempatan Muskomwil I Apeksi ini, setidaknya, Mahyeldi Ansharullah membawa cukup banyak rombongan, diantaranya Sekda Kota Padang Asnel, Asisten I Fidal Triza, Kadis Kominfo Suardi, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Kelautan dan Perikanan Eviet Nazmar, Kabag Pemerintahan Arfian, Kabag Umum Alfiadi, Kabag Perekonomian Edi Dharma, Kabag Kerjasama Erwin, Kabag Humas Imral Fauzi, Dirut PDAM dan lain sebagainya.

Bagi Pemko Padang, tentunya, kehadiran rombongan besar ini mempunyai misi besar bagaimana membangun sinergi dalam membangun wilayah sesuai dengan potensi dan peluang yang bisa didapatkan.

Rombongan Pemko Padang juga membawa misi budaya dengan menghadirkan sejumlah aksi seni budaya pada pawai budaya. 

Tak hanya itu, sejumlah saudagar minang dari Kota Padang juga ikut memeriahkan gelaran City Expo lewat beberapa produk usaha kecil menengah yang dipasarkan selama berlangsungnya pameran UMKM tersebut. 

Sebagai tuan rumah, tentu saja, Kota Pekanbaru memiliki segudang ide yang diharapkan bisa menjadi warna baru dari geliat pemerintahan di era 'Jaman Now'. 

Ya, pada gelaran Apeksi kali ini, Pemko Pekanbaru maju selangkah dengan programnya Smart City Madani. 

Sebuah implementasi dari aktivitas masyarakat kota, yang terintegrasi melalui layanan berbasis teknologi IT namun tetap ditujukan untuk memberikan kemudahan, kecepatan dalam pelayanan kepada masyarakat. 

''Tujuan akhirnya bagaimana masyarakat bisa lebih mudah, lebih sejahtera,'' ungkap Wali Kota Pekanbaru, Dr Firdaus ST, MT.

Pada gelaran Apeksi ini, Pemko Pekanbaru memperkenalkan sejumlah terobosan yang dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan khususnya pelayanan publik. 

Wali Kota Pekanbaru memperkenalkan visi Pekanbaru Smart City yang Mdani. Salah satu dari penarapannya adalah melalui penggunaan  Smart Card, sebagai  sebuah terobosan satu kartu untuk  berbagai kemudahan dalam pelayanan  publik. 

Single Card ini, disebutkan wali Kota Pekanbaru, Dr Firdaus ST, MT sejauh ini memang baru digunakan oleh kalangan pemerintah kota, dalam hal ini pegawai. 

Namun, dalam jangka panjang, smart card ini akan dimaksimalkan untuk menunjang sejumlah kemudahan dalam pelayanan publik seperti administrasi kependudukan, pendidikan, kesehatan termasuk aktivitas perbankan. 

Meski tergolong baru, namun, inovasi baru dalam paradigma pelayanan pemerintahan ini diharapkan bisa berjalan sinergis dengan visi Kota Pekanbaru sebagai kota Metropolitan yang Madani.

''Kini Pekanbaru bukan saja tumbuh menjadi kota Metropolitan, namun juga unggul dalam banyak hal,'' kata Firdaus. 

Seluruh infrstruktur fisik yang dibutuhkan untuk sebuah kota diberikan dengan kualitas terbaik. Mulai dari  infastruktur jalan, sekolah, puskesmas dan rumah sakit, lapangan kerja terbuka lebar.

Pekanbaru, sebut Firdaus juga menjadi daerah yang mempunyai Indeks Produktivitas Manusia (IPM) yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Riau, bahkan mengalahkan Jakarta. 

IPM Pekanbaru juga mengalahkan Malaysia dan Thailand. Hal tersebut patut disyukuri sebagai bagian dari kemajuan yang bisa dicapai Pekanbaru sampai saat ini. 

Ketersediaan infrastruktur pendukung pembangunan aktivitas publik seperti jalan, air bersih, listrik sudah merata di hampir seluruh wilayah Pekanbaru. Pemko Pekanbaru mempunyai visi lima tahun ke depan menjadikan Kota Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani dan Smart City.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Firdaus kembali memaparkan konsep smart city dihadapan 24 wali Kota di Sumatera.

Smart City, kata Firdaus terdiri dari enam unsur, seluruhnya harus saling bersinergi untuk menciptakan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani dan Smart City, keenamnya adalah: 

1. Smart Otonomi: Ini berkaitan dengan jajaran pemerintahan yang cerdas, mempunyai visi membangun dan enterpreneur, mau bekerja keras dan punya komitmen menciptakan pemerintahan yang bersih dan pemerintahan yang baik.

2. Smart People: Smart People sendiri diartikan sebagai masyarakat yang cerdas, mampu bersaing dan siap mendukung tumbuh kembang kota Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang smart city.

3. Smart Ekonomi: Pekanbaru harusd tumbuh menjadi kota yang berdaya saiing tinggi terhadap aktivbitas perekonomian. Daya dukung wilayah yang strategis harus bisa dimanfaatkan untuk kemajuan daerah, khususnya secara ekonomi.

4. Smart Environment: yakni daerah dan masyarakat yang juga mempunyai kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya, mampu menjalin sinergi. 

5. Smart Community: yakni daerah yang dibangun dengan daya dukung tinggi dari komponen masyarakatnya serta 

6. Smart Living, yakni kota yang ramah terhadap lingkungan, tetap memperhatikan aspek keindahan, kesejukan, pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelayakan lingkungan.

Guna melengkapi sesi dari penerapan program Smart City Madani Kota Pekanbaru, dalam gelaran city tour, Wali Kota Pekanbaru memperkenalkan pilot project Pekanbaru Command Center. 

Pekanbaru Command Center sendiri merupakan rintisan dari penerapan teknologi IT dalam memantau setiap perkembangan kota secara simultan.

Perangkat ini perintegrasi dengan ratusan perangkat CCTV yang tersebar di penjuru Kota Pekanbaru dan bisa digunakan untuk melihat banyak aktivitas publik di dalam kota. 

"Di Pekanbaru Command Center ini disediakan koneksi CCTV dengan alat canggih untuk melihat aktivitas kota, sehingga bisa lebih cepat dan akurat dalam mematau perkembangan kota," ungkap Kepala Diskominfo Pekanbaru Firmansyah Eka Putra.

Selain itu, Eka juga mengenalkan aplikasi Evaluasi Kinerja Anggaran (EKA), Sipadu, dan monitoring tentang lokasi pertanahan di Kota Pekanbaru.

"Buk Airin dan pak Walikota se Sumatera, apa yang kami lakukan di sini, semaksimal mungkin diciptakan, bukan dibeli. Jadi program yang kami ciptakan ini salah satu untuk mewujudkan Pekanbaru smart city yang madani," terang Firdaus saat sesi diskusi di Command Center.
      
Ketua Apeksi Airin Rachmi  Diany pun sontak tertarik dan memuji beberapa aplikasi berbasis IT yang ada di Pekanbaru Command Center tersebut.
    
"Saya sangat suka dengan aplikasi tentang  Sipadu dan pertahanan itu. Karena ini merupakan hasil dan inovasi dari anak bangsa. Oleh sebab itu perlu dicontoh oleh daerah lainnya,"  ungkap  Airin yang disambut Walikota Pekanbaru menjelaskan bahwa dua aplikasi tersebut digagas oleh Camat Bukitraya, Masykur Tarmizi, dan Camat Rumbai Zulhelmi.
        
Dijelaskan  Airin ia juga mengaku sangat tertarik dengan berbagai program yang dilakukan oleh Diskominfo Kota Pekanbaru.
       
"Command Center ini sangat bagus dan sudah layak diterapkan di Pekanbaru. Apalagi untuk mendukung terwujudkan Pekanbaru menjadi Kota Smart City yang madani," ujar  Airin.

Ditambahkan Walikota Tangerang Selatan ini, Kota Pekanbaru sudah sangat jauh berbeda selama Firdaus memimpin. Untuk itu, Ia berjanji sepulang dari Pekanbaru akan menyuruh kepala dinas terkait untuk belajar inovasi dan program di Diskominfo Pekanbaru
       
Sementara pada kunjungan ke Pekanbaru Command Center ini para tamu walikota yang hadir sempat terkesima dan terpesona dengan alat layanan aplikasi yang canggih dalam percepatan smar city yang digagas oleh Diskominfo Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru tersebut. (R-05/Advertorial/Diskominfo Pekanbaru)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]