Kades dan Sekdes Rantau Benuang Sakti Ditetapkan Sebagai Tersangka

Print

Kades dan sekdes Rantau Benuang Sakti yang diamankan saat OTT Saber Pungli terkait penerbitan Surat Keterangan Riwayat Pemilikan Tanah (SKRPT).

Kades dan sekdes Rantau Benuang Sakti yang diamankan saat OTT Saber Pungli terkait penerbitan Surat Keterangan Riwayat Pemilikan Tanah (SKRPT).

PASIRPENGARAIAN (RIAUAIR.COM)- Tiga hari pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan pungutan liar (Pungli)  pengurusan Surat Keterangan Riwayat Pemilikan Tanah (SKRPT), Kades Rantau Binuang Sakti Paisal Amin (32) dan Sekdesnya Sarqoni (29) diberhentikan sementara.

Dari Konfrensi press di Polres Rohul Senin, (22/1/2018) disampaikan AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH didampingi Kasat Reskrim, Paur Humas Ipda Suheri Sitorus dan Kanit Tipikor Ipda H. Panjaitan SH beserta penyidik, Kasus ini masih dalam pengembangan dan kedua pelaku disangkakan Pasal 12 huruf (e) Pasal 12 huruf e (UU No 20 Tahun 2001).

"Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri dengan ancaman kurungan empat tahun penjara,'' ungkap dia.

"Kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, terbukti diduga melakukan pemerasan pada pengurusan  SKRPT dengan Korban Koperasi Serba Usaha Rokan Jaya (KSURJ) Kepenuhan.

''Mereka meminta uang yang tidak diatur dalam undang-undang yang berlaku," jelas Kapolres Rohul.

Lanjut Kapolres Rohul, OTT kasus ini dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Harry Avianto, SH, SIK bersama Kanit Tipikor Ipda H. Panjaitan SH beserta 4  orang anggota Unit III , Bripka David Siregar SH, Bripka Leo Gustian SH, Bripka Jamaris Febri dan Brigadir Zahrul Kamal bertempat  di Pondok Ikan Bakar Sasmita Km 6 Pasir Pengaraian Desa Suka Maju Kecamatan Rambah.

Sebelum dilakukan OTT, tambah AKBP Yusup Rahmanto, Penyidiknya sudah menerima laporan dari korban, dengan saksi EE (35), warga Kepenuhan Timur Raya Kecamatan Kepenuhan, Bendahara Koperasi Serba Usaha Rokan Jaya dan Nas, (38)warga  Desa Pematang Barangan Kecamatan Rambah dan dua lainnya yang ada di lokasi.

Namun saat ditanya nama yang dua orang lagi, karena ada 6 orang yang diamankan saat OTT itu,  Kapolres Rohul enggan menyampaikan nama kedua lainnya tersebut

"Dua orang itu tidak mengetahui, namun saat OTT mereka lihat, sehingga mereka juga kita jadikan saksi," kata Kapolres lagi.

Terangnya dari Kedua Pelaku Oknum Kades dan Sekdes Penyidik mengamankan Barang Bukti berupa, Uang tunai pecahan Rp. 50.000,- sebesar Rp. 50.000.000,-terbungkus dalam plastik kantong warna hitam, 73 (tujuh puluh tiga) persil/buah SKRPT yang telah terisi identitas pemilik dan sudah di cap/tanda tangan Kades Benuang Sakti dan Camat Kepenuhan terbungkus plastik kantong warna merah.

Selanjutnya, 1 rangkap Kwitansi Pembayaran dari pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) KSU Rokan Jaya kepada Kades RBS  biaya pembuatan SKT 102 buah x Rp.2.500.000,  Jumlah Rp. 255.000.000, tanggal 18 Jan.2018, 1 buah pena siqno warna biru. 2  buah HP milik Kades,  2 buah HP milik Sekdes.

Untuk diketahui pada pemberitaan sebelumnya, kronologis penangkapan pelaku, berawal pada  Kamis (18/1/.2018) sekira pkl. 17.10 wib, Kasat Reskrim Rokan Hulu mendapat informasi dari. EE selaku Bendahara Koperasi Serba Usaha Rokan Jaya  bahwa akan ada transaksi penyerahan uang kepada pelaku yakni Oknum Kades dan Sekdes RBS Kepenuhan.

Dari keterangan EE (saksi, red), penyerahan uang saat  OTT terkait biaya pengurusan penerbitan SKRPT sejumlah 102 surat tahap I dari 426 yang direncanakan milik anggota Koperasi Serba Usaha Rokan Jaya.

Bahwa untuk penerbitan 102 SKRPT dimaksud, Kades bersama Sekdes meminta biaya pengurusan sebesar Rp3.500.000,- per surat, namun pihak Koperasi tidak sanggup dengan biaya tersebut namun tetap akan memeberikan biaya sepantasnya sebagai ucapan terimakasih,

Selanjutnya, kedua pelaku menurunkan penawaran hingga Rp 2.500.000 dengan rincian  pengeluaran yang disampaikan Kades dan Sekdes.Pengurus Koperasi hanya mampu Rp. 1.500.000.

Kesepakatan tidak tercapai hingga 102 SKRPT selesai dibuat di tandatangani dan dicap Kades Pada tanggal 20 Des. 2017 SKRPT diserahkan ke Bendahara Koperasi serta meminta uang Rp. 2.500.000 per Surat dengan total Rp. 255.000.000,-

Pihak Koperasi tidak sanggup dengan biaya sesuai permintaan Kades dan Sekdes hingga dua minggu kemudian SKRPT tersebut diambil kembali oleh oknum Kades dan Sekdes dari Bendahara Koperasi

Setelah mendapatkan informasi dari  Sdr. EE tim yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto , SH,SIK  merapat TKP dan berhasil melakukan OTT kepada kedua pelaku.(CR2/tin)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA