Loading...

SADIS DAN BIADAP...Ini Kronologis Lengkap Pembunuhan Anggi Syahputri, Ternyata Motifnya...

Kedua pelaku dan barang bukti yang diamankan aparat kepolisian dalam kasus terbunuhnya Anggi Syahputri.

MEDAN (RIAUAIR.COM)- Polisi akhirnya berhasil mengungkap jagal keji Anggi Syahputri Tanjung (17), siswi kelas 2 SMA Negeri 11 Medan, Sabtu (20/1/2018) malam.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda di dampingi Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean, dalam konferensi pers pengungkapan pembunuhan di halaman Mapolrestabes Medan, mengatakan bahwa aksi perampokan dilakukan seorang diri oleh pelaku bernama Agung Prasetiyo (28) alias Agung. 

Polisi juga menangkap tersangka lainnya bernama Anto, menurut Kasat Reskrim, hanya terlibat dalam penjualan barang hasil rampokan di rumah korban. 

Loading...

“Tidak ada pelaku lainnya. Pelaku Agung alias AP melakukannya seorang diri. Dan tersangka ini diancam dengan pasal 338 yo 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” sambung Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahean. 

Di hadapan polisi dan wartawan, Angung juga tak menyangka keberadaan  Anggi di dalam rumah No 12, Jalan Satria Gang Buntu, yang sudah diincarnya dari kejauhan itu. 

Berbekal pisau kecil yang sudah dipersiapkannya, Jum’at (19/1/2018) sekira jam 10 pagi, Agung yang menganggap rumah dalam keadaan kosong, masuk dari atap pintu belakang.

“Awalnya aku sengaja jalan-jalan bang, cari rumah kosong. Terus kulihat rumah korban itu sunyi, baru aku masuk. Rupanya ada orangnya di dalam seorang diri (korban Anggi),” sebut Agung, Ahad (21/1/2018) sore. 

Saat masuk ke dalam rumah itulah, aksi Agung kepergok oleh Anggi. 

Takut ketahuan, Agung langsung mengejar dan menangkap siswi SMA Negeri 11 itu dan membekap mulutnya agar tak berteriak. 

“Pisau yang ku bawa bukan ku pakai untuk membunuh korban, aku tikam korban pakai pisau dari dapur rumahnya. Pisau ku terjatuh saat meletakkan korban ke ember (bak) mandi,” akunya.

“Dia Tetap Meronta, Makanya Aku Bunuh” Agung mengaku terpaksa menghabisi nyawa Anggi, karena takut gadis itu berteriak. 

“Iya bang, aku khilaf. Terpaksa aku, karena korban berteriak dan meronta. Makanya aku bunuh,” akunya. 

Pria yang mengaku sudah menikah dua kali ini mengatakan bahwa dia sempat membekap dan mengikat mulut Anggi dengan kain. 

Pun begitu, Anggi terus berusaha berteriak dan meronta. 

Kalap dan takut ketahuan, Agung akhirnya membenturkan wajah anak kedua dari pasangan Darmansyah Tanjung dan Anni Kholila itu ke lantai keramik dan dinding rumah. 

Spontan darah pun memercik dari kepala Anggi. Tindakan itu tak ayal membuat Anggi meraung dan mengerang menahan rasa sakit serta menangis minta tolong. Namun, tak seorang pun yang mendengar jeritan Anggi saat itu. 

Agung akhirnya kesetanan. Sambil memegangi tubuh Anggi yang masih meronta, dia kemudian membekap mulut gadis remaja itu dan membawanya ke ruang belakang. 

Di situ, Agung mengambil pisau dapur lalu menikamkannya ke dada serta perut Anggi. 

“Habis itu, korban aku seret ke kamar mandi. Dia masih bernapas, tapi gak bersuara keras lagi. Lalu aku masukkan kepalanya duluan ke dalam ember yang berisi air. Kakinya kelihatan di atas,” beber Agung pelaku dengan jelas dan gamblang. 

Usai menghabisi nyawa korban, Agung kemudian kabur melalui tempat dia masuk sebelumnya. 

“Aku masuk dari pintu belakang, lalu aku manjat ke atas seng. Ku buka seng rumahnya selembar, baru aku bisa masuk,” lanjut Agung Prasetiyo kepada wartawan. Beberapa jam usai peristiwa itu, ternyata Agung tak langsung kabur. Bagai tak ada kejahatan yang dia lakukan, Agung pergi ke kediaman temannya, Anto. 

“Aku gak tau dia mencuri dan membunuh bang, dia (Agung) sendiri yang masuk rumah korban (Anggi). Dia datang ke rumah ku dan membangunkan aku pas lagi tidur. Aku disuruh jual HP Samsung J2, dan udah sempat ku jual HP itu seharga Rp 700 ribu. Terus aku jual Laptop Acer seharga Rp 400 ribu. Jualnya sama orang yang berbeda-beda dan gak kenal,” sebut lajang yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu membela diri seperti dilaporkan metro24jam. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggi Syahputri Tanjung (17), ditemukan orangtua kandungnya tewas berlumuran darah di dalam kamar mandi rumah mereka, Jumat (19/1/2018) lalu. Sebelum peristiwa itu, Anggi diketahui berada seorang diri di dalam rumah. (R02/m24j)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]