Nama Baiknya Dicemarkan, Wali Kota Dumai Ancam Laporkan H Gedang ke Penegak Hukum

Print

H Gedang saat melakukan aksi penolakan terhadap pemagaran Pasar Panglima Gedang.

H Gedang saat melakukan aksi penolakan terhadap pemagaran Pasar Panglima Gedang.

DUMAI (RIAUAIR.COM)- Merasa nama baiknya dicemarkan, Walikota Dumai Zulkifli AS berencana melaporkan H Gedang kepada aparat penegak hukum. 

Laporan tersebut terkait dengan pernyataan H Gedang disuap dalam proses pemindahan pedagang dari area Pasar panglimo Gedang di Jalan MH Thamrin pada Jumat (19/1/2018) sore hari lalu. 

Untuk itu, Wali Kota Dumai, Zulkifli AS juga sudah memerintahkan  Kabag Hukum Dede Mirza SH MH untuk melaporkan pengelola Pasar Panglimo Gedang Awaluddin ke Polres Dumai atas dugaan pencemaran nama baik. 

Pernyataan itu disampaikan Kabag Hukum Dede Mirza didampingi Plt Kabag Humas Pemko Dumai, Riski Kurniawan, kepada awak media di Kota Dumai, di Kedai Kopi Tiam Jalan Sudirman, Sabtu (21/1/18) siang. 

"Adapun barang bukti pencemaran nama baik itu berupa visual video, media sosial dan spanduk tulisan Walikota Dumai mendzolimi masyarakat dan terkait pernyataan Awaluddin disogok Walikota Dumai," katanya. 

Tak hanya itu, Walikota Dumai juga melaporkan Awaluddin atau Haji Gedang terkait pernyataan bahwa Walikota Dumai Zulkifli AS sudah menghabiskan atau meminjam uangnya sebanyak Rp2 miliar. 

"Sejak kapan saya meminjam uang Awaluddin. Itu fitnah besar dan ini sangat mencemarkan nama baik saya sebagai kepala daerah. Karena saya tidak nyaman maka kita laporkan ke polisi," kata Kabag Humas menirukan pernyataan Zulkifli AS. 

Zulkifli AS juga tidak menampik adanya pemberian uang kepada Awaluddin. Tapi uang itu diserahkan kepada Awaluddin secara bertahap. "Ada empat kali saya berikan uang kepada Awaluddin. Kalau dijumlah nominalnya hampir Rp100 juta," jelasnya. 

Uang yang diserahkan itu, kata dia, bersumber uang pribadi dan bukan uang negara. "Yang bersangkutan (Awaluddin.red) datang ke rumah meminta bantuan alasannya untuk berobat dan minta bantu untuk proses pemindahan pedagang," ujarnya. 

Orang nomor satu di Kota Dumai ini juga meluruskan pemberitaan yang menyudutkannya. Soal uang yang diserahkan Kadis Perdagangan Kota Dumai Zulkarnain kepada Haji Gedang atau Awaluddin. 

"Karena saya sibuk mengurus kerjaan, pernah saya titipkan uang kepada Zulkarnain untuk diserahkan kepada Awaluddin. Jadi tidak benar adanya penyogokan seperti yang disampaikan Haji Gedang tersebut," tegas Zulkifli AS. 

Menurutnya, dengan adanya pernyataan yang tidak mendasar itulah langkah tegas bakal diambil yaitu melaporkan Awaluddin ke penagak hukum. Karena ini sudah menyangkut pencemaran nama baik sebagai kepala daerah. 

"Hari Senin atau Selasa kita akan secara resmi melapor ke Polres Dumai. Karena saya secara pribadi dan nama keluarga sudah tercemar atas pernyataan yang disampaikan Haji Gedang itu. Kami tidak terima apa yang dia sampaikan," pungkasnya. 

Sebelumnya, proses penertiban pedagang yang berada di Jalan MH Thmarin Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat mendapat protes pedagang dan pengelola pasar Panglimo Gedang Awaluddin. 

Selain protes, Pengelola Pasar Panglimo Gedang Awaluddin mengaku telah disonggok ratusan juta oleh Walikota Dumai Zulkifli AS dalam pemindahan pedagang yang berada di bawah naungannya tersebut. 

Bahkan H Gedang juga sempat menunjukkan pecahan ringgit Malaysia saat menghadapi proses pemagaran pintu masuk ke akses Pasar Panglimo Gedang. Spontan, pekerja dan penertibanpun terhenti melihat kondisi kurang kondusif itu.(R04)

 

Sumber Berita/Foto: Riau Terkini

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA