Loading...

SUBHANALLAH...Begini Gigihnya Wasito Cari Ibu Kandungnya yang Terpisah Selama 23 Tahun

Warsito dan keluarga.

BENGKALIS (RIAUAIR.COM) – Wasito tak akan menyerah menemukan sang ibu kandung Wasinah Tati Rohayati yang terpisah sekitar 23 tahun lalu. Sebagai bentuk keseriusan dan tekadnya untuk berjumpa dengan sang ibu, Wasito mengirimkan dokumen dan data keluarga sang ibu.

Melalui layanan massenger facebook, Wasito mengirimkan foto-foto ke Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kabupaten Bengkalis. Mulai foto nenek dan saudara kandung sang ibu (paman maupun pakde), bahkan warga Desa Kerta Mukti Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pengandaran, Provinsi Jawa Barat ini, mengirimkan foto ijazah sang ibu.

Dalam foto yang dikirimkan Wasito, menyertakan nama si empunya poto, seperti sang nenek Hayati dan kakek Darjo, pakde beserta isteri, Timin dan Sri serta Pakde Wasiman.

Loading...

Data-data yang tertera dalam ijazah, Wasinah Tati Rohayati memiliki nomor induk 117 tamatan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cireuma, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Ciamis ditandangani kepala sekolah bernama Sugandra Rosmana pada tanggal 22 Juni 1988.

“Mudah-mudahan dengan foto-foto dan data yang kami kirimkan kepada Diskominfotik Bengkalis, bisa menemukan titik terang. Semoga ibu saya maupun keluarganya di Bengkalis, membaca berita dan melihat foto-foto ini,” ungkapnya.

Kerinduan Wasito agar bisa berjumlah dengan orang yang melahirkan sangat mendalam. Ketika tim Dinas skominfotik Bengkalis menghubungi melalui telepon gengam, terdengar suara parau keluar dari mulut ayah satu anak ini.   

Pencarian ibu kandung Wasito, bernama Wasinah Tati Rohayati, tidak hanya dilakukan Dinas Kominfotik, namun pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis ikut berperan aktif.

Namun setelah KUA membongkar data-data pernikahan selama tahun 1995, tidak menemukan nama Wasinah (seperti data yang disampaikan sebelumnya oleh Wasito). “Kami sudah membongkar dokumen tahun 1995, tapi tidak ada nama yang bersangkutan,” ungkap Kepala KUA Bengkalis Muhyidin.

Seperti diberikan sebelumnya, sejak usia dua tahun (1993), ibu kandung Wasito merantau ke Jakarta mencari nafkah. Setahun bekerja di Jakarta, Wasinah kelahiran 12 Juli 1973 pulang ke kampung halaman di Desa Kerta Mukti Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pengandaraan (sebelum dimekarkan).

Tidak berapa lama di kampung halaman, Wasinah kembali merantau ke negeri orang, tepatnya di negeri jiran Malaysia. Sejak saat itu, Wasito yang merupakan anak satu-satunya dari pasangan Wasinah dan Tursiman, berpisah dengan sang ibunda. Terakhir tahun 1995, sang ibunda berkirim kabar melalui surat, menyampaikan kabar rencana menikah dengan orang Bengkalis, tepatnya di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis.

Sejak saat itu, Wasito tidak pernah mendapat kabar dari sang ibu maupun keluarganya yang baru. Wasito berharap dan selalu berdoa, agar ibundanya masih dalam keadaan sehat dan bahagia.

Wasito ingin sekali bertemu dengan sang ibu, minimal mendengarkan suaranya melalui telpon atau berbicara melalui layanan videocall. “Pak/ibu Diskominfotik Bengkalis tolong carikan ibu saya. Terima kasih atas bantuan Bapak/ibu,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Kominfotik Bengkalis, Johansyah Syafri, menyatakan prihatin dengan apa yang dihadapi Wasito. Terkait permintaan dari Wasito, pihak Dinas Kominfotik Bengkalis berusaha menghubungi Kepala KUA Bengkalis, mohon bantuan untuk melacak keberadaan alamat ibu Wasinah, asal Desa Kerta Mukti Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pengandaraan (Ciamis sebelum dimekarkan).

Johansyah Syafri, menghimbau kepada siapa saja, terutama keluarga Wasinah yang membaca berita ini, agar dapat datang atau menghubungi Dinas Kominfotik Bengkalis. 

“Mudah-mudahan dengan kerja keras dan ikhtiarkan, Wasito bisa menemukan ibu kandungnya,” ujar mantan Kabag Humas Setda Bengkalis ini. (R14)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]