Merasa Disogok Rp100 Juta, H Gedang Akan Lapor ke KPK

Print

Pedagang saat menolak upaya penggusuran mereka dari Pasar panglimo Gedang, Dumai.

Pedagang saat menolak upaya penggusuran mereka dari Pasar panglimo Gedang, Dumai.

DUMAI (RIAUAIR.COM)- Pedagang Pasar panglimo Gedang, Dumai terus menolak upaya Pemko Dumai untuk melakukan pengusuran terhadap kios dan lapak yang mereka tempati. 

H Gedang, dalam penjelasannya kepada wartawan menyebutkan, pihaknya siap pindah dari areal yang sudah mereka tempati untuk berjualan selama 4 tahun terakhir itu bila ada surat perintah untuk eksekusi dari pihak Patra. 

''Dalam 1x24 jam, bila memang ada perintah eksekusi dari Patra kami siap pindah. Kami tidak akan menentang. Namun bila tidak, kami akan tetap pertahankan,'' ungkap H Gedang.

Alih-alih akan pindah ke Pasar kelakap Tujuh seperti keinginan Pemko Dumai, H Gedang juga mengancam akan melaporkan Disperindag ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan melakukan sogok kepadanya sebesar Rp100 juta. 

” Insya Allah besok saya ke Jakarta melaporkan Disperindag menyogok saya uang seratus juta dijalan Sukajadi dengan mobil plat merah dengan data-data yang ada, besok saya menyerahkan diri di KPK, Allahu Akbar... ” kata dia seperti dilaporkan suara trust.

Pernyataan ini langsung disampaikan H Gedang selaku pengelola pasar tentang penyogokan uang seratusjuta dari Disperindag dengan rekaman video.

Sayangnya, ketika hal tersebut dikonfirmasikan media kepada Kadis perindag Dumai, Zulkarnain, tidak mendapat jawaban. 

Seperti dilaporkan suara trust.com, tiga kali upaya konfirmasi melalui telpon dan SMS tidak mendapat jawaban dari yang bersangkutan.  

Terkait dengan rencana penggusuran pedagang di Pasar panglimo Gedang, Pemko Dumai terus melakukan upaya penertiban, termasuk dengan membuat timbunan tanah di depan pintu masuk pasar itu.(R04) 

Para pedagang pun sempat memprotes upaya tersebut. 


 

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA