Loading...

PALUGADA, Sama Pasutri ini, Beli Sabu Bisa Bayar Pakai Motor, Handphone, atau Jam Mewah...

Para pelaku, MS, AP dan IR saat ekspose oleh aparat kepolisian.

PEKANBARU (RIAUAIR.COM)- Aparat kepolisian Sektor Tampan menangkap jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Kota Pekanbaru.

Mereka ditangkap di sejumlah tempat di wilayah Kecamatan Tampan dan Marpoyan. 

Bersama penangkapan tersebut diamankan sebanyak delapan unit  sepeda motor, puluhan handphone dan beberapa benda. 

Loading...

Usut - punya usut, ternyata barang bukti tersebut diduga adalah hasil dari transaksi jual beli sabu yang dilakoni. Para pemuja sabu yang bertransaksi dengan mereka bisa membayat menggunakan motor, handphone, juga jam tangan mewah. 

Terungkapnya modus baru penjualan sabu-sabu tersebut berawal dari pengungkapan kasus sabu-sabu oleh jajaran Polsek Tampan terhadap seorang ibu rumah tangga berinisial MS, warha jalan kelulut ujung, Kecamatan Marpoyan Damai. 

MS ditangkap setelah aparat kepolisian melakukan pemesanan secara under cover buy. 

Saat itu aparat kepolisian memesan sabu seharga Rp1 juta kepada MS. Ternyata MS memenuhinya dan dia dibekuk bersama barang bukti lima paket sabu dan satu timbangan digital, dua bungkus plastik bening, empat mancis, lima pipet plastik, uang tunai Rp 3,5 juta sisa transaksi, satu buku rekapan catatan transaksi dan satu bong.

Dari sana, polisi mengembangkan kasus ini dengan menghubungi suami MS, pria berinisial AP. Saat dia pulang ke rumah mereka di jalan Kelulut, AP berhasil ditangkap. 

Darinya, aparat berhasil mengamankan satu kemasan sabu dalam jumlah cukup banyak. 

AP mengaku kalau dia mendapatkan barang haram tersebut dari seorang perempuan berinisial IR. 

AP dan MS akhirnya dipancing untuk memanggil IR dengan modus akan membeli sabu-sabu. 

IR akhirnya datang bersama barang bukti sabu sebanyak Rp6 juta. 

Dari pengembangan pemeriksaan tiga tersangka ini, ternyata ada banyak hal menarik yang didapati aparat kepolisian. Diantaranya adalah modus baru pembayaran transaksi sabu yang bukan saja dilakukan dengan menyediakan uang kontan, namun juga bisa dibarter menggunakan barang berharga seperti sepeda motor, handphone juga jam mewah. 

Kapolsek Tampan, Kompol Kari Amsah Ritonga membenarkan penangkapan tiga tersangka namdar dan pengedar sabu-sabu tersebut.

Dia juga membenarkan temuan sejumlah barang yang diduga digunakan sebagai alat bayar untuk jual beli sabu-sabu. 

''Benar, ada sejumlah barang. Namun, untuk detailnya masih dalam proses penyelidikan oleh petugas,'' ungkap Kapolsek. 

Dari data yang dihimpun, dietahui, total ada delapan unit sepeda motor yang diamankan serta 52 unit handphone. Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan dua unit senjata api diduga digunakan untuk mendukung tindak kejahatan pelaku. (R05)


 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]