Loading...

Bupati Irwan Minta Beras Sejahtera Langsung Saja Dikirim ke Meranti

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan.

SELATPANJANG (RIAUAIR.COM)-  Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengharapkan mekanisme penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Rastra) di daerah pesisir Provinsi Riau tersebut diperbaiki agar lebih efisien dan cepat.

Harapan itu disampaikan Irwan pada Rapat Pelaksanaan Program Bantuan Sosial Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2018 di Ruang Rapat Melati Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti di Kota Selatpanjang, Selasa.

Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Yulian Norwis, kepala dinas terkait hingga camat, dan Kepala Bulog serta Kepala BPS setempat.

Bupati Meranti mengusulkan ke Bulog untuk mengubah mekanisme penyaluran Rastra, yang dinilai terlalu panjang rute pengirimannya. Bantuan ke Meranti selama ini dikirim melalui Kota Dumai lalu Kabupaten Bengkalis sebelum tiba ke tujuan.

"Mekanisme penyalurannya seharusnya dari Kota Pekanbaru langsung ke Meranti guna mempermudah biaya penyaluran dan menjaga kualitas Rastra yang disalurkan," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Yulian Norwis berharap Tim Koordinasi Bansos Pangan betul- betul teliti dalam mendata penerima Rastra, baik di kecamatan maupun desa.

"Agar penyaluran Rastra ini tepat sasaran dan juga merata," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman juga berpesan agar bantuan sosial Rastra maupun BPNT bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Karena itu, data penerima yang akurat sangat dibutuhkan.

Keterlambatan penyaluran beras bantuan untuk rumah tangga miskin pada Maret 2017 menjadi salah satu pemicu kenaikan jumlah penduduk miskin di Riau.

"Keterlambatan ini akibat data penerima yang belum lengkap," kata Arsyadjuliandi.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penduduk Provinsi Riau yang berada di bawah garis kemiskinan hingga September 2017 mengalami penurunan sebanyak 5.200 orang dibandingkan periode yang sama pada 2016. Artinya, telah terjadi penurunan persentase penduduk miskin sebesar 0,26 poin dari 7,67 persen pada September 2016, menjadi 7,41 persen pada bulan September 2017.

Jumlah penduduk miskin di Riau pada September 2017 tercatat mencapapai 496.390 jiwa, atau sebesar 7,41 persen dari jumlah penduduk Riau yang mencapai sekitar 6,6 juta jiwa. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2016, yang berjumlah 501.590 jiwa atau 7,67 persen dari jumlah penduduk.

Meski begitu, tingkat kemiskinan di Riau kini masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Riau, yang menargetkan angka kemiskinan mencapai 6,20 persen hingga 2019. (R16)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]