Loading...

Dihantam 50 Peluru, Beruang yang Obrak-abrik Rumah Warga Gunung Malelo Tewas...

Beruang yang tewas ditembaki setelah masuk ke dalam rumah warga. Foto: Detakkampar

KAMPAR HULU (RIAUAIR.COM)- Warga Gunung Malelo, Kampar Hulu dihebohkan dengan kemunculan seekor beruang madu moncong putih di rumah seorang warga.

Beruang itu bukan saja membuat takut seisi penghuni rumah. Namun juga mengobrak abrik seisi rumah yang membuat warga di sekitarnya juga takut dan panik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (16/1/2018) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Loading...

Awalnya, pemilik rumah, Latifah merasa aneh, karena melihat ada sesosok makhluk masuk ke dalam rumahnya. 

Karena penasaran, ibu rumah tangga yang kesehariannya berjualan di kios miliknya di depan rumah bergegas masuk ke dalam rumahnya. 

Tapi betapa kagetnya dia, karena begitu melongok ke salah satu kamar, dia melihat seekor beruang berukuran sedang sedang mengobrak abrik isi di dalam kamar.

Dia pun bergegas berlari ke luar rumah sembari meminta pertolongan warga. 

Awalnya, warga berusaha mengusir beruang tersebut. Namun, karena dikhawatirkan akan menyerang, akhirnya warga menembaki beruang tersebut dengan menggunakan senapan angin. Disebutkan, hampir 50 peluru dari senapan angin langsung merobohkan beruang tersebut.

Dalam penjelasannya kepada wartawan, Latifah, pemilik rumah mengaku saat kejadian itu masih di kios bersama seorang sales rokok. ''Tiba-tiba saya melihat ada makhluk masuk ke dalam rumah dari pintu depan. Ternyata beruang liar,'' ungkap dia. 

Latifah pun kemudian meminta tolong warga untuk mengusir. Saat itu warga datang membawa parang dan senapan angin. 

''Saat ditemukan beruangnya masih di dalam kamar. Karena diusir warga dengan suara tembakan, beruang tersebut mencoba lari ke arah belakang rumah yang pintunya sudah ditutup. Saat itulah ditembak,'' kata dia seperti dilaporkan detakkampar. 

Warga sendiri mengaku trauma dengan kasus penyerangan oleh beruang terhadap warga di Kampar Kiri beberapa waktu lalu. Karena itulah, warga menembak binatang yang masuk kategori buas tapi populasinya dilindungi itu.

Akibat peristiwa itu, seperti dilaporkan detakkampar, Latifah sendiri mengaku menderita kerugian cukup banyak, karena barang-barang pecah belah dan pakaian miliknya banyak rusak dan pecah karena beruang tersebut mengamuk.

''Mudah-mudahan in ibukan pertanda buruk bagi kami,'' kata Latifah.

Dari informasi  masyarakat, beruang tersebut baru roboh setelah berpuluh kali ditembaki menggunakan senapan angin. (CR6/zar)


 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]