Kata Syamsuar, Menghafal Alquran Harus Jadi Trend Baru di Bumi Lancang Kuning....Bagaimana...?

Print

Syamsurizal saat menghadiri Seminar bertajuk Riau Menghafal III di Hotel Alfa, Pekanbaru, Ahad (14/1/2017).

Syamsurizal saat menghadiri Seminar bertajuk Riau Menghafal III di Hotel Alfa, Pekanbaru, Ahad (14/1/2017).

PEKANBARU (RIAUAIR.COM)- Yayasan Pendidikan Masyarakat Madani Riau melaksanakan Seminar bertajuk Riau Menghafal III di Hotel Alfa, Pekanbaru, Ahad (14/1/2017).

Kegiatan ini merupakan pelatihan menghafal Al- Qur’an, dengan mengaplikasikan metode khusus, yakni Metode Rabbani yang dikembangkan untuk semua golongan umur dan profesi. Melalui Teori dan Praktek Menghafal Qur’an yang dikembangkan tersebut, para peserta diharapkan mampu menghafal 4-10 halaman per hari.

Bupati Siak, H Syamsuar yang turut diundang, terlihat antusias mengikuti kegiatan bertujuan membumikan Al Quran di tengah masyarakat tersebut. Sebagai bentuk dukungan, ia turut mempraktekkan teori yang diajarkan dalam pelatihan yang dihadiri sekitar 200 peserta dari seluruh kalangan masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau itu.

“Pak Syam, tadi berkesempatan mempraktekkan metode Rabbani, beliau bahkan mampu menghafal sebaris ayat Al-Qur’an dalam tempo waktu kurang dari dua menit,” kata Ketua Yayasan Madani Riau dan pembina MTS Tahfids Internasional Rabbani, Ustadz Isran Bidin.

“Selama ini tahfidz-kan lebih populer di kalangan santri di pondok pesantren dan rumah tahfiz. Melalui 6 langkah Metode Rabbani, kedepan kita ingin gerakan menghafal Qur’an menjadi tren bagi semua kalangan masyarakat Riau” jelas hafidz asal Kuntu Kampar Kiri ini.

Untuk itu, Isran berharap dukungan semua pihak untuk terus menghidupkan gerakan Riau menghafal yang ditaja sekali dalam sebulan.

“Kami melihat ada kesamaan visi dari gerakan Riau Menghafal ini dengan apa yang menjadi perhatian Pak Syamsuar, beliau bahkan cerita ingin mengirim utusan anak-anak Siak untuk mengikuti pelatihan Riau Menghafal Jilid 4 bulan Februari mendatang. Terimakasih atas perhatian dan kehadiran Pak Syam dan DR Alwizar pada acara tadi,” ucap Isran.

Sementara itu, dalam sambutannya Syamsuar mengatakan, mendukung gerakan Riau Menghafal Alquran menjadi tren baru bagi masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

“Sesuai namanya, gerakan Riau Menghafal harus menjadi milik masyarakat Riau. Harus lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan ini,” kata Syamsuar seperti dilansir dari riaukepri.

Saat ini putera-puteri Negeri Istana memiliki banyak akses lembaga pendidikan formal dan informal untuk menjadi seorang hafidz dan hafidzah, diantaranya melalui keberadaan rumah tahfidz, pondok pesantren tiap kecamatan, MAN Insan Cendikia, dan Gerakan Maghrib Mengaji di Mesjid dan Mushalla serta rumah-rumah warga. Kedepan ia ingin konsep pengembangan Qur’an yang telah dikembangkan di Kabupaten Siak, juga bisa dinikmati masyarakat Riau melalui aplikasi metode Rabbani “Dengan metode ini InsyaAllah semua bisa jadi penghafal Qur’an,” kata Syamsuar.(R02)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA