Diwarnai Penolakan, Ratusan personel Satpol PP Robohkan Lapak di Jalan MH Thamrin Dumai

Print

Jajaran Satpol PP Kota Dumai membongkar lapak pedagang di Jalan MH Thamrin Dumai.

Jajaran Satpol PP Kota Dumai membongkar lapak pedagang di Jalan MH Thamrin Dumai.

DUMAI (RIAUAIR.COM)- Ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja  membongkar paksa lapak-lapak milik pedagang yang berjualan disepanjang jalan MH Thamrin, Dumai Barat, Ahad (14/01/2018) siang.

Pembongkaran tersebut dilakukan terkait dengan kebijakan pemerintah Kota Dumai untuk menertibkan kawasan tersebut dan memindahkan para pedagang ke Pasar Kelakap Tujuh. 

Di tengah hujan kritikan dan penolakn dari para pedagang yang enggan dipindahkan,  pembongkaran dilakukan dengan pengawalan ketat petugas gabungan TNI/ Polri.

Pembongkaran paksa ini dilakukan jajaran Satpol PP Kota Dumai sesuai batas waktu yang diberikan untuk membongkar sendiri lapaknya tidak diindahkan oleh pedagang.

Tidak semua los pedagang dibongkar oleh Satpol PP. Karena, sejumlah pedagang juga ikut berinisiatif membongkar los dagangan mereka.

Bagi pedagang yang menolak, mereka berharap pemerintah Kota Dunmai tidak tebang pilih.

Mengacu pada kesepakatan sebelumnya, pedagang sempat mengingatkan Pemko Dumai untuk juga menertibkan pedagang di Pasar Panglimo Gedang. 

Mereka menuntut kesepakatan pada rapat jelang pemindahan pedagang ke Pasar Kelakap Tujuh.

Saat itu, para pedagang sepakat pindah setelah Pasar Panglimo Gedang tutup.

"Kami menuntut keadilan dari bapak-bapak. Janganlah sampai tebang pilih kayak gini," ujar seorang pedagang makanan, Farida salah seorang pedagang yang saat itu berdiri ditemani seorang putranya yang masih kecil. 

Sementara sejumlah pedagang menyatakan ogah pindah ke Kelakap Tujuh karena mengaku mereka tidak terdaftar dan tidak mempunyai kios dan lapak di pasar tersebut.

''Kalau pasar ini ditutup, kami mau jualan dimana?'' kata pedagang lainnya.

Meski mendapat sedikit hambaran, namun, proses pembersihan lapak tetap dilakukan oleh petugas Satpol PP.(R13)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA