Loading...

Peternak Ikan di XIII Koto kampar Resah, Ribuan Patin Siap Panen Mati Mendadak

Ikan patin mati meresahkan peternak di XIII Koto Kampar.

XIII KOTO KAMPAR (RIAUAIR.COM)- Peternak patin di Koto Mesjid XIII Koto Kampar, kabupaten kampar, Riau resah. 

Dalam beberapa hari terakhir, banyak ikan patin di dalam kolam peternakan dan pengembangbiakan milik warga yang mati secara mendadak.

Warga sendiri belum bisa memastikan penyebab kematian ikan patin yang selama ini menjadi komoditas perekonomian warga setempat. 

Loading...

Namun, peristiwa tersebut terjadi semenjak beberapa hari terakhir pasca memasuki musim penghujan. 

Ikan-ikan yang biasanya hidup berkembang biak dengan baik tiba-tiba banyak ditemukan mati dan membusuk di dalam kolam. 

Salah seorang pemerintah desa Geneper Siddiq kepada wartawan membenarkan banyaknya ikan di kolam warga yang ditemui dalam keadaan mati dan membusuk. 

“Setelah masuk musim hujan beberapa pekan ini banyak ikan warga Desa Koto Mesjid yang mati, namun kita tidak dapat pastikan apakah faktor alam atau yang lain,” ungkap pria yang akrab disapa Genefar seperti dilaporkan detakkampar.

Selaku kaur pemerintahan di desa ia mengaku belum dapat laporan warga secara keseluruhan terkait banyaknya ikan yang mati sehingga petani ikan mengalami kerugian yang sangat terasa banyak oleh para petani.

“Usia ikan yang kebanyakan gagal tersebut diantara 3-5 bulan dan itu sudah siap panen untuk disalai, jika rata-rata isi kolam ikan sebanyak 10.000 ekor dan termasuk biaya pakan keseluruhan maka diperkirakan kerugian antara 6 juta hingga 10 juta,” jelas Igen.

“Jika kita melihat ukuran kolam ikan di Desa Koto Mesjid ini yang cukup besar maka petani juga mengisi diantara 15 ribu hingga 25 ribu bibit ikan,” bebernya.

Selaku pemerintahan desa ia berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan kepada petani ikan menghindari kerugian yang begitu besar oleh petani ikan.

“Jika memang ini faktor cuaca, pihaknya berharap pemerintah atau dinas terkait dapat memberikan solusi untuk mengahadapi musim hujan, agar kejadian seperti ini yang setiap tahunnya kita alami dapat teratasi,” imbuh Geneper.(CR6/zar)

 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]