Bekerja Kuli Bangunan di Malaysia, CF  Antar Sabu dengan Biaya Rp40 Juta

Print

Kapolres Dumai  AKBP Restika PN ekspose penangkapan 2 kilogram sabu.

Kapolres Dumai AKBP Restika PN ekspose penangkapan 2 kilogram sabu.

DUMAI (RIAUAIR.COM)- Kepolisian Dumai masih terus melakukan penelusuran terhadap penangkapan hampir 2 kilogram sabu yang dibawa dua warga Aceh dari Malaysia.

Selain berhasil menangkap seorang kurir pembawa dari Malaysia berinisial CF di pelabuhan pelindo I, polisi juga sudah menangkap SB di terminal Bus Makmur di Kelakap Tujuh.

Keduanya sejauh ini masih diduga kuat sebagai kurir pembawa barang haram tersebut dari perairan Malaysia menuju Indonesia. 

Dari pengakuannya, CF mengaku dia sudah menetap di Malaysia semenjak setahun terakhir. 

Sehari-hari dia bekerja sebagai buruh atau kuli bangunan. Hingga kemudian seorang yang tidak dia kenal menawarinya untuk membawa bungkusan barang haram tersebut dengan imbalan Rp40 juta.

''Saya cuma disuruh bawa saja, di dalam tas,'' kata CF saat ekspose yang dilaksanakan Kamis (11/1/2018). 

Rencananya, tas tersebutlah yang akan dia serahkan kepada SB di Terminal Bus Kelakap Tujuh. 

Namun, belum sampai pada tujuan, CF tergeledah aparat Bea Cukai membawa sesuatu yang mencurigakan yang kemudian diketahui adalah sabu-sabu. 

Sementara rekan CF, SB yang juga asal Aceh mengaku dapat upah Rp 10 juta.

Ia berencana mengantar sabu dengan bus menuju Aceh.

Pria 20 tahun ini sudah kerap mengantar paket bubuk kristal ke Aceh dari Kota Dumai.

Ia mengaku sudah tiga kali membawa paket sabu ke Aceh.

Saat hendak membawa paket sabu untuk keempatkalinya SP gagal.

Kedua kurir yang tidak saling mengenal ini harus berada di jeruji besi.

Kapolres Dumai, AKBP Restika PN menyebut bahwa keduanya belum pasti anggota jaringan internasional.

Kepolisian Dumai berencana berkordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri.

Kedua kurir Sabu ini terancam hukuman mati.

Mereka terjerat Pasal 112 ayat 2 jo 113 ayat 2 jo 114 ayat 2 Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.(R13)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA