Loading...

Sedang Diusulkan, Personel Satpol PP Rokan Hilir Bakal Berhonor Rp2,2 Juta

Kasat Polisi Pamong Praja Rokan Hilir, Suryadi .

BAGANSIAPIAPI (RIAUAIR.COM)- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rokan Hilir akan ajukan permohonan peningkatan kesejahteraan bagi anggotanya.

Permohonan yang ingin disampaikan kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Kasat Pol PP) Rohil itu, yakni bagaimana agar para anggotanya yang berstatus honorer bisa mendapat gaji yang layak.

"Sesuai dengan surat edaran bapak Bupati yang di sampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tentang besaran gaji honor tenaga honorer. Pada prinsipnya tetap kita tindaklanjuti, ini merupakan perintah pimpinan," Kata Kasat Pol PP, Suryadi di ruang kerjanya,kemarin.

Loading...

Menurutnya, Ada beberapa ide yang menjadi pembicaraan. Pada saat dirinya menghadiri rapat evalusi, kepala Bappeda menyampaikan ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi pertimbangan, seperti Sat Pol PP, Dinas Kebersihan, Dinas Kebudayaan," Sebutnya.

"Dari awal gaji tenaga honorer di Sat Pol PP itu sebesar Rp700.000. Selain itu kebetulan ada lagi intensif lainnya seperti uang lauk pauk,bahkan ada lagi uang piket,uang patroli. Ini merupakan penyemangat bagi anggota Sat Pol PP. Tapi tahun 2018 ini uang piket, uang patroli dan uang nge- pam, kemudian uang lauk pauk tidak ditiadakan lagi,'' kata dia.

''Karena itulah, makanya kami ingin mengajukan permohonan dan pertimbangan kepada bapak pimpinan. Tujuan kami agar uang lauk pauk yang masih ada dapat di bulatkan menjadi gaji honor anggota Sat Pol PP," papar dia lagi.

Dijelaskan Suryadi, bahwa pihaknya sudah mengajukan kesejahteraan tenaga honorer yang diangkat dengan SK Bupati, itu sebesar Rp2.200.000. 

''Besaran gaji honor itu tanpa ada lagi uang piket. jika nanti tenaga honorer tidak masuk kerja maka gaji honornya di potong," Ungkap Suryadi.

Selain honorer, Sebut Kasat Pol PP, di kantor Sat Pol PP juga memiliki beberapa orang pejabat khusus dari kalangan PNS.Apa  Intensif mereka yang kita upayakan, karena para pejabat tersebut sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mengawal tugas-tugas pengamanan," sebut Suryadi.

Kata mantan Camat Tanah Putih itu, saat ini pihaknya banyak sekali melaksanakan kegiatan dilapangan,mengawal dan pengamanan pimpinan, dan mengamankan rumah-rumah dinas pimpinan. 

''Tentunya hal ini tidak mungkin rasanya anggota jaga malam honornya cuma tiga ratusan ribu, itu yang ingin kita sampaikan permohonan kepada pimpinan agar ada pertimbangan," harapnya.

Diakuinya, memang saat ini terjadi kekurangan etos kerja pada jajarannya, kata Suryadi itu terjadi karena gaji di terima anggotanya hanya sembilan bulan saja, hal ini menjadi dilema, sehingga terjadi kekosongan di pos-pos penjagaan. 

''Akhirnya kinerja kami di nilai tidak bagus, apa boleh buat, itulah resiko seorang pimpinan, namun demikan Suryadi mengimbau kepada seluruh anggota Sat Pol PP Rohil agar melaksanakan tugas dengan baik,'' kata dia.

Dirinya turut prihatin dengan kondisi yang saat ini dialami daerah, oleh sebab itu dia mengharapkan  pengertian  semua jajaran Sat Pol PP.

Selama berjalannya keputusan Bupati Rohil terkait penurunan gaji tenaga honorer, tingkat kehadiran tenaga honorer di kantor Sat Pol PP Rohil masih tetap seperti biasanya,tidak ada perubahan jumlah tenaga honorer, masih tetap utuh seperti biasanya.(CR5/nto)
 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]