Wah... Firdaus Bongkar Kabinet, 11 Pejabat Eselon II Dimutasi 

Print

Suasana pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Suasana pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemko Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUAIR.COM)- Sebelas Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, Rabu (3/1/2018) dirotasi. Pejabat Eselon II yang terkena rotasi diantaranya Azharisman Rozie, Zulfahmi Adrian, Dedi Gusriadi, Neng Elida.

Nama-nama pejabat yang dirotasi Walikota Pekanbaru Firdaus tersebut dibacakan Sekretaris Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Pekanbaru, Masriah.

Adapun nama-nama pejabat tersebut diantaranya, Azharisman Rozie yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah kini bertugas di tempat baru sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru.

Selanjutnya El Syabrina dari Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan menjadi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Neng Elida dari Kepala Dinas Koperasi ditugaskan sebagai Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum.

Helda Suryani Munir dari Dinas Kesehatan menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Syahmanar S Umar dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan kini menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan.

Mutia Eliza dari Asisten III Setdako Pekanbaru dipercayakan sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dedi Gusriadi yang sebelumnya sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan kini memimpin Dinas Pertanahan.

Selanjutnya, Yusrizal yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kini menjadi Kepala Balitbang. M Yusuf Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga pindah ke Kesbangpol.

Sedangkan Kepala Badan Satpol PP Zulfahmi Adrian kini memimpin Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Kesbangpol Agus Pramono menggantikan Zulfahmi sebagai Kepala Satpol PP.

Dari apa yang dibacakan masih ada jabatan yang kosong diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Kepala Badan Pendapatan Daerah, dan Asisten III. 

RENGAT, riaueditor.com - Entah apa yang terbesit di pikiran Ramlan (25), buruh muat kelapa sawit ini tega menghabisi nyawa istrinya, Heni Susanti (27) dengan sebilah belati. Usai membunuh, Ramlan kemudian menyerahkan diri.

Dari sejumlah saksi mata, usai melakukan aksinya, Ramlan langsung menyerahkan diri ke rumah Sekdes Redangseko dan minta diserahkan ke Polsek Lirik, sedangkan jasad Heni dilarikan ke Puskesmas Lirik .

Tim Polres Inhu yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Inhu, AKP Febriandy SH,SiK bersama sejumlah anggota langsung terjun ke TKP untuk melakukan olah TKP dan keterangan sejumlah saksi mata.

Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari, SH,MH dikonfirmasi Selasa (2/1) membenarkan jika tersangka sudah diamankan di Mapolres Inhu untuk penyidikan lebih lanjut.

"Saat ini sejumlah saksi sudah dimintai keterangannya bersama dengan sejumlah barang bukti, dan kasus ini masih terus dilakukan penyidikan dan pengembangan perkara, apa yang menjadi penyebab pembunuhan ini masih terus diselidiki penyidik Polres Inhu," ujar Kapolres AKBP Arif Bastari SH,MH. 

Camat Lirik, Suhadi dikonfirmasi awak media ini (2/1) mengatakan, pada Minggu (31/12) itu, Heni Susanti baru pulang dari Desa Mekarsari mengendarai motor Revo, sesampainya di Redangseko Heni distop oleh Ramlan. seketika terjadi pertengkaran. Ramlan yang kesehariannya bekerja sebagai buruh muat kelapa sawit itu pulang ke rumahnya, yang ternyata mengambil pisau dapur.

Ramlan kembali ke lokasi tempat mereka bertengkar barusan, ternyata Heni tidak lagi ada di lokasi semula, sehingga Ramlan melakukan pencarian ke sejumlah tempat sampai ketemu. Tanpa diduga Ramlan langsung menusukkan pisaunya ke ulu hati Heni persis di bagian dada, tubuh perempuan itu pun berlumuran darah.

Diduga Nikah Siri

Oleh warga Desa Redangseko Kecamatan Lirik kabupaten Inhu, pernikahan pasangan Ramlan dan Heni diselimuti misteri. Pasalnya, walau mengaku sudah resmi menikah, namun keduanya tidak hidup seatap, mereka tinggal di rumah orang tua masing masing.

Sebelumnya, Heni Susanti adalah istri dari Zeb warga perantau asal Nias (Sumut), dan selama menjadi istri Zeb, pasangan ini dikaruniai 2 orang anak yang berumur 4 dan 2 tahun.

Heni berpisah dari Zeb karena Zeb pulang ke Nias, Zeb meninggalkan Heni bersama kedua anaknya di Desa Redangseko.

Sedangkan Ramlan juga sudah pernah beristri dengan warga Desa Seko Lubuktigo, tidak diketahui persis apakah Ramlan dengan istrinya itu sudah mempunyai anak atau belum, yang jelas istri Ramlan pulang ke rumah orang tuanya di Seko Lubuktigo, Lirik, Inhu.

Camat Lirik, Suhadi dikonfirmasi awak media ini (2/1) mengatakan, antara Heni Susanti dengan Ramlan memang terdapat sedikit perselisihan usia yaitu Ramlan sedikit lebih muda dari pada Heni, meski tidak begitu signifikan.

Menurut Camat Suhadi, dari hasil keterangan yang diperolehnya di Redangseko, pasangan Ramlan dengan Heni diduga masih sebatas pasangan hasil nikah siri, sebab Heni Susanti sendiri belum diketahui apakah dengan suaminya terdahulu sudah bercerai atau belum sesuai aturannya.

Begitu juga dengan pasangan Ramlan Hasibuan dengan istrinya yang saat ini pulang ke rumah orang tuanya di Desa Seko Lubuktigo, apakah pasangan mereka sudah syah bercerai atau belum, sehingga kuat dugaan pasangan antara Ramlan dengan Heni Susanti masih kabur dan diragukan keabsahan pernikahan mereka, karena keduanya masih memilih tinggal di rumah orang tua masing masing.

Ditambahkan Camat Suhadi sebagaimana laporan dari aparat desanya menyebutkan, kehidupan pasangan Ramlan dan Heni kerap terjadi pertengkaran, namun tidak diketahui apa yang menjadi pokok pertengkaran keduanya. (R09)
 

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA