Loading...

Jembatan Pisang Kolek di Kunto Darussalam Putus, Transportasi Publik Terganggu

Untuk melintas, warga menggunakan rakit setelah Jembatan Pisang Kolek putus.

KUNTO DARUSSALAM (RIAUAIR.COM)- Jembatan Sungai Pisang Kolek di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali putus.‎

Jembatan menghubungkan Kelurahan Kota Lama dengan lima desa di seberang seperti Desa ‎Kota Baru, Kota Raya, Muara Dilam, Pasir Indah, dan Desa Pasir Luhur‎, dilaporkan putus akibat diterjang arus banjir di Sungai Pisang Kolek.

Camat Kunto Darussalam Ruslan, Selasa (2/1/2018), mengatakan jembatan di Sungai Pisang Kolek di Kelurahan Kota Lama putus diterjang banjir pada Senin subuh (1/1/2018) sekira pukul 05.00 WIB.

Loading...

Ruslan mengungkapkan dampak jembatan Pisang Kolek putus, masyarakat harus menggunakan jasa penyebrangan menggunakan sampan dengan tarif yang cukup menguras kantong.

Sekali menyebrang dengan sepeda motor, masyarakat bisa dikenakan biaya antara Rp10 ribu hingga Rp30 ribu sekali menyebrang, sesuai situsional arus sungai. Jika air semakin tinggi, maka biaya jasa bisa Rp30 ribu.

Putusnya jembatan Pisang Kolek, kata Ruslan, bukan berdampak terganggungnya akses masyarakat saja. Hasil panen perkebunan masyarakat juga terkena dampaknya.

Bila sebelumnya menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Ekadura Indonesia (EDI) hanya sekira 7,5 kilometer (km), dengan putusnya jembatan jarak tempuh semakin jauh, sekira 40 km jauhnya.

Camat Kunto Darussalam berharap instansi terkait untuk segera memperbaiki jembatan Pisang Kolek, sehingga perekonomian masyarakat kembali lancar seperti sebelumnya.

Ruslan mengaku ada dua jembatan lagi yang kalau tidak cepat diperbaiki akan bernasib sama, yakni jembatan Sungai Omang, dan jembatan Bukit Juragan yang kondisinya juga sudah miring saat ini.‎

Di lain waktu, Lurah Kota Lama Aly Yusuf, S.Sos, mengatakan akses masyarakat untuk sampai ke daerah seberang harus menggunakan jasa sampan saat ini.

"Untuk harga sewa itu bervariasi, ada yang Rp10 ribu hingga Rp30 ribu paling mahal, tergantung dari beban yang dibawa," ungkap Aly dikonfirmasi wartawan, Selasa.

Lurah Kota Lama juga berharap pihak terkait untuk secepatnya memperbaiki jembatan Pisang Kolek karena mengganggu akses tranportasi masyarakat ke lima desa menuju ke Kelurahan Kota Lama, dan sebaliknya.

Aly juga mengatakan tidak hanya jembatan Pisang Kolek saja yang terkena dampak banjir. Diakuinya, sekira 47 rumah ditempati sekira 249 jiwa di Kota Lama juga terdampak banjir.

Aly menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dikarenakan debit air masih tinggi. Ia juga meminta masyarakat menjaga anak-anak agar tidak mendekati bibir sungai.‎

"Simpan semua barang berharga di tempat yang aman, seperti ijzah dan surat-surat berharga lainya," imbau Lurah Kota Lama.

Sementara, ‎Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rohul Aceng Herdiana mengatakan pihaknya tengah menyusun untuk rehabilitasi rekontruksi ke BNPB, dan menunggu rekomendasi dari Gubernur Riau.‎

"Surat menyurat juga sudah kita siapkan, termasuk kajian bencana, kita tinggal berangkat setelah diteken oleh Bupati," kata Aceng.(Cr2/tin)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]