Pertumbuhan Investasi Tinggi, PAD Hanya Rp500 Miliar, Kinerja Bapenda Pekanbaru Disoroti Wali Kota?

Print

PEKANBARU (RIAUAIR.COM)- Kendati  pertumbuhan investasi di Pekanbaru terus meningkat positif, namun hal ini tidak dibarengi dengan jumlah pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk di Kota Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus MT memgaku bingung ketika ditanya jumlah PAD yang masuk tidak sebanding dengan pertumbuhan investasi.

"Saya punya pertanyaan yang sama, kok bisa?. Tiga tahun lalu PAD kita tinggi dari pada Batam, sedangkan soal investasi kita, jauh lebih baik dari pada Batam. Sekarang mereka sudah dikisaran Rp 1,1 triliun, Nah Pekanbaru Rp 500 miliar pun tak sampai," ujar Firdaus   Senin (4/12/2017) usai membuka kegiatan Seminar Forum RT/RW di hotel Mutiara Merdeka,Pekanbaru.

Dengan demikian, dalam tiga tahun belakangan ini target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru selalu tidak mencapai target. Ironisnya, Investasi dibidang perhotelan, restoran, pusat perbelanjaan dan lainya terus menggeliat pembangunanya di Pekanbaru.

Menanggapi hal ini, Firdaus mengaku akan mengevaluasi sektor PAD yang menurutnya terjadi jomplang dengan nilai investasi. Dugaan kebocoran PAD di sejumlah sektor ini pun turut diamini orang nomor satu di Pekanbaru ini.

"Bisa saja Wajib Pajaknya yang tak jujur, atau memang dari kita yang coba bermain. Memang tahun lalu kita sempat ingin menerapkan sistem IT untuk meminimalisir kecurangan. Namun hal ini, tidak semudah membalikan telapak tangan, itu belum terealisasi," ungkap firdaus dilansir dari riauaktual.

Disinggung mengenai evaluasi untuk Kepala Bapenda Pekanbaru, Firdaus menyebutkan jika hal itu pasti dilakukan.

"Pastilah Kepala OPDnya akan kita Evasluasi," tutupnya.

Ditempat berbeda, Kepala Bapenda, Azharisman Rozie mengatakan bahwa beberapa sektor Pajak seperti BPHTB dan Parkir tahun 2017 ini meningkat bahkan sudah melebihi target. Namun hingga akhir tahun Rozie mengakui nilai real PAD tak akan rendah dibanding target yang ditetapkan.  

Dengan perkembangan kota Pekanbaru, dan meningkatnya investasi. Menurut Rozie pribadi harus juga diimbangi dengan PAD yang masuk. Dikatakan Haris, dalam estimasinya, peningkatan pajak per tahunnya di Kota Pekanbaru sebesar 20 hingga 24 persen.

"Makanya saya selalu menyampaikan potensi real pajak. Contohnya potensi real pajak untuk tahun 2017, itu hanya sebesar Rp 500 miliar. Kemudian untuk tahun 2018, Rp 625 miliar. Walaupun target kita lebih dari itu tidak apa-apa. Supaya kita bersemangat juga untuk mencapai target. Namun perlu diketahui bahwa, kalau tidak adanya perlakuan-perlakuan khusus, nah tahun depan saya pikir kita juga tidak akan mencapai Rp 700 miliar, hanya Rp 635 miliar," ujarnya bercerita.

Jika mengacu kepada target yang ditetapkan Pemko bersama DPRD, realisasi pencapaian hanya sekitar 40 persen. Mengingat waktu yang tinggal dua bulan lagi, tentu target yang ditetapkan, bak jauh panggang dari api.  Walaupun demikian, target realistis Bapenda sebesar Rp501 miliar, juga sulit untuk dipenuhi.(R07)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA