Loading...

Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah, Pemkab Rokan Hilir Terus Menggali Potensi Daerah

Bupati Rohil H.Suyatno Bersama dengan Gubri, H. Andi Rachman menghadiri acara Penebaran Benih Ikan Baung di Kepenghuluan Rantau Bais.

ROKAN HILIR, RIAUAIR.COM- Kabupaten Rokan Hilir adalah salah satu wilayah yang dikenal cukup tangkas dalam memanfaatkan otonomi daerah.

Kabupaten Rokan Hilir  wilayah yang baru berusia 18 tahun ini belakangan kian mengeliat dalam upaya memacu ketertinggalan. Namun, sebagaimana halnya daerah lain di Nusantara. 

Kabupaten  Rokan Hilir kini mengalami penurunan besaran biaya pembangunan seiring melorotnya harga minyak dan gas. Kondisi di perburuk seiring anjloknya harga produk perkebunan. Dampak atas penurunan itu  menimpa pada APBD tahun 2017 ini.

Loading...

Jumlah belanja di Rokan Hilir ini diperkirakan akan terus berkurang. Hal yang membuat pemerintah harus membuat sejumlah kebijakan tidak popular seperti memangkas anggaran SKPD dari 30 hingga 40 %. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya sudah dianggarkan, juga terpaksa dibatalkan.

Namun,seperti disampaikan oleh Bupati Kabupaten Rokan Hilir, H. Suyatno, kondisi tersebut tidak boleh menghadirkan pesimisme. Proyek pembangunan, ujarnya harus tetap dijalankan meski harus memilah skala prioritas secara lebih dalam.

Ia menyampaikan kondisi sulit tersebut harus melahirkan solusi dalam menyikapi seperti mencari sumber-sumber penghasilan baru melalui  PAD.

 “Kita juga akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Rencana kerja di sesuaikan dengan provinsi dan pusat. Salah satunya soal pembangunan infrastruktur. Pemenuhan ketersediaan Infrastruktur itu juga merupakan prasyarat utama mendukung agenda utama membangun nasional dalam mencapai kedaulatan pangan, enegi, kemaritiman, pariwisata sampai industri”.

Bupati Rokan Hilir Suyatno dan Gubernur Riau melepas bibit baung di Rantau Bais.


Pelaksanaan program prioritas tersebut, disebutkan berbasis pada apa yang disebut dengan istilah pro growth, pro job, pro poor dan environment.secara nasional berdasarkan RKP tahun 2016,capaian sasaran pembangunan seperti pertumbuhan ekonomi mencapai 6, 4-6,6 %, angka kemiskinan menjadi 9-10 %, dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,2-5,5%.

Namun demikian, acuan pembangunan Rokan Hilir, juga menyatu dengan program provinsi Riau yang juga memprioritaskan penanggulangan bencana, pengembangan destinasi pariwisata dan peningkatan daya saing UMKM. 

Secara umum pemerintah provinsi sudah menetapkan Visi Riau 2020 sebagai kerangka kerja yang menjadi acuan pembangunan. Belakangan, kawasan ini menjadi sedemikian berkorelasi dengan dinamika ekonomi global. Krisis ekonomi misalnya, langsung berdampak.

 Soal daya saing, Riau juga relative tertinggal yakni berada di papan tengah atau diposisi 16 dari seluruh provinsi di seantero Indonesia.

Upaya membalap daya saing dan produktivitas belakangan kian penting seiring ide melahirkan masyarakat masyarakat ekonomi asia ( MEA). 

Bupati Rokan hilir Suyatno dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersalaman.

 

Pemerintah di minta lebih gesit supaya publik tidak tertinggal saat berhadapan dengan pasar yang kian terbuka. Riau termasuk Rokan Hilir belang, secara perahan harus memangkas ketergantungan pendapatan dari sektor migas dan sawit dengan cara mengembangkan kantong-kantong perekonomian baru.  Disektor pelayan, Rokan Hilir termasuk berada dibagian depan dalam merespon upaya pemerintah provinsi dalam program “ Riau Go IT”. 

Kualitas pelayanan public berbasis informasi teknologi belakangan memang sebuah keniscayaan.

Selanjutnya, seperti dikutip dari Web resmi Kabupaten Rokan Hilir, rincian arah pembangunan Kabupaten Rokan Hilir terurai dalam beragam sasaran lebih renik. Disebutkan tentang upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi termasuk meningkatakan investasi. 

Disisi ini disinggung lebih mendalam pentingnya upaya pembenahan system tata kelola perizinan.dibidang pertanian Rokan Hilir memang sudah selayaknya memasukan intensifitasi dan ektensifikasi pertanian sampai optimalisasi tata guna air. 

Daerah ini juga memiliki prospek dibidang budidaya perikanan dan tentyu saja sudah tidak asing soal tradisi kuat nelayan tangkap. Prospek yang luar biasa itu belum digarap secara maksimal sehingga pemerintah setempat memasukan sektor ini menjadi salah satu prioritas.

Bupati Rohil,H.Suyatno di damping oleh Ketua DPRD Rohil. H.Nasrudin Hasan, Kepala Bappeda, Job Kurniawan, Kadiskes, Hj. Dahniar Menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Kecamatan Sinaboi


Selanjutnya juga ditekankan program rinci dalam memerhatian penganan desa rawan pangan, pemantapan ketersediaan pangan nabati dan hewani, meningkatkan produkvitas dan perluasan areal dan mengembangkan pusat pembenihan akgribisnis akgropolitan. 

Program selanjutnya menyasar soal perbaikan struktur lahan sampai penggulangan penyakit ternak. Meningkatkan pengelolaan lahan merjinal menjadi lahan produktif maupun kawasan industri untuk  mengurangi alih fungsi lahan pertanian.

Pengalihan lahan pertanian produktif menjadi perkebunan belakangan memang menjadi persoalan menyeluruh disekujur Riau seiring kuatnya godaan bertanam kelapa sawit. 

Pemerintah setempat juga merancang pemberian insentif sampai upaya mengembangkan jejering atau kemitraan. Dibagian ini optimalisasi pungsi menyeluruh juga disebut akan memandu para petani dan juga nelayan. 

Upaya membangkitkan motivasi jajaran pemerintahan untuk memaksimalkan penerimaan daerah.

Disektor UMKM juga terlihat program meningkatan penggunaan bahan baku local, mempermudah informasi dan akses permodalan, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pengerajin dan mengurai upaya dalam mempromosikan produk unggulan daerah. Selanjutnya juga diberai upaya perbaikan mutu tenaga kerja dan pendapatan, menciptakan wirausaha baru, meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam menciptakan lapangan kerja dan mempermudah perizinan.

Garis besar pergerakan pembangunan daerah itu, seperti disebutkan Bupati Rokan Hilir Suyatno tidak akan terlepas dari kerja kolektif seluruh pihak. Ia menyatakan akan selalu berkerja keras termasuk mendatangi warga buat mendengar langsung seluruh dinamika yang berkembang. Mendengar, melihat dan merasakan langsung tersebut belakangan digagas dalam upaya hadir ditengah warga dalam program bermalam bersama warga. Tantangan kedepan, ujarnya masih sedemikian terbentang dan senantiasa membutuhkan gerakan serentak dalam barisan yang saling menyatu. (Advetorial Humas Pemkab Rohil)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]