Tiba-tiba Hari Ini Areal Panorama Ulu Kasok Dipagar Kawat Berduri, Begini Kondisinya....

Print

Ulu Kasok.

Ulu Kasok.

Kampar, RIAUAIR.COM- Pemandangan alam yang mirip Raja Ampat di sekitar Waduk PLTA Koto Panjang memang mendadak tenar.

Tempat ini dinamakan Ulu Kasok. Ribuan pengunjung datang ke lokasi yang terletak di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar ini setiap pekan.

Namun belakangan setelah terkenal, tempat ini dipersoalkan sejumlah pihak.

Seorang pemangku adat setempat, Sofyan Datuk Majo Sati mengungkapkan, persoalan muncul karena kepemilikan lahan diklaim oleh berbagai pihak.

"Banyak yang merasa memiliki lahan itu," kata Sofyan, Rabu (27/9/2017).

Menurut dia, selain termasuk areal genangan dan ke atasnya merupakan tangkapan air (catchman area), Ulu Kasok sebenarnya tempat bercocok tanam masyarakat sejak turun-temurun.

Jalan masuk menuju panorama ulu kasok ditutup menggunakan kawat berduri.

Sofyan menjelaskan, masyarakat Desa Pulau Gadang merasa masih berhak atas lahan tersebut.

Sebab ternyata, kata dia, catchman area belum diganti rugi saat pembangunan Waduk PLTA.

"Yang diganti rugi itu hanya daerah genangan elevasi 85 (tinggi permukaan air waduk dalam mdpl)," jelasnya.

Dikarenakan belum diganti rugi itulah, kata Sofyan, menjadi alasan masyarakat mengelola lahan.

Masyarakat sejak dahulu bergantian bercocok tanam di kawasan itu.

"Makanya banyak yang merasa punya lahan itu," terangnya. 

Dipagari Kawat Berduri
Netizen di Pekanbaru, khususnya, heboh pagi ini. Pasalnya, Ulu Kasok di Kampar yang disebut-sebut view-nya mirip objek wisata Raja Ampat, sudah ditutup dan dipagari kawat berduri.

Informasi itu disampaikan akun Instagram @mitrahotelpku pada dua jam yang lalu.

Dalam akun instagramnya itu, @mitrahotelpku memposting tiga foto yang menampakkan Ulu Kasok di Kampar dipagari kawat berduri, berikut isi postingannya:

"Selamat pagi followers, udah pada tau belum lokasi wisata yang sedang viral ulu kasok dipagar kawat berduri oleh pemilih lahan. Sayang banget ya,padahal bisa jd potensi wisata jika dikelola dengan baik. Gimana pendapat followers?"

Ditutupnya Ulu Kasok yang viewnya mirip objek wisata Raja Ampat, oleh orang yang diduga pemilik tanah yang memagarinya dengan kawat berduri, disayangkan banyak pihak.

Apalagi, Ulu Kasok, sudah mulai dikenali google, sebagai objek wisata.

Jika kita mengetik Ulu Kasok di mesin pencari google, maka akan keluar sekitar 58.500 hasil dalam 0,50 detik.

Bahkan, sudah ada 205 ulasan Google terkait Ulu Kasok.

Berikut ulasan Netizen yang dirangkum Google:
Mayrizal Hanapi: 2 ulasan 15 foto
Pada 2 bulan lalu, menulis:
"Saran niih..
Kalau memang niat mau kesana dan ga ketahan lagi tuh pengennya.. Ada beberapa hal nih yang harus kalian perhatikan..

1. Pengunjung dari luar daerah kampar, diharapkan punya teman disana.. Atau kalau ga,, yaa.. Cari penginapan sekitaran bangkinang.. Kan akses lumayan jauh.. Siip..

2. Jangan lupa bawa topi atau payung sekalian.. Secara,, diatas tuh panas, gada perlindungan.. Apalagi pas hunting.. Gosong tu pipi cantik.. Jadi.. Pakai tabir surya dulu.. Baru go ke atas..(r04)


Sumber berita: Tribun pekanbaru

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA