Ini Suara Hati Penjual Goreng Selat Panjang yang Suaminya Segera Dihukum Mati di Nusa Kambangan

Print

Acin bersujud dihadapan majelis hakim agar memberikan keringanan kepada suaminya yang merupakan terpidana mati saat jalannya sidang Peninjuan Kembali (PK) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Negara Kelas IIA Barelang, Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu la

Acin bersujud dihadapan majelis hakim agar memberikan keringanan kepada suaminya yang merupakan terpidana mati saat jalannya sidang Peninjuan Kembali (PK) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Negara Kelas IIA Barelang, Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu la

Selatpanjang, RiauAir.com - Dua keluarga terpidana mati asal Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, besar keinginan untuk mengunjungi keluarganya dalam persiapan eksekusi mati yang saat ini sudah berada di Lapas Nusa Kambangan, selepas dipindahkan dari Lapas Batam, 8 Mei 2016 lalu.
 
Keluarga Pujo Lestari (42), dan Agus Hadi alias Okiaw (53) mengeluhkan kondisi ketidakmampuan mereka secara ekonomi untuk bisa melihat anggota keluarganya serta tertutupnya informasi dan akses dari pemerintah buat angota keluarga menyebabkan sampai saat ini, mereka tidak tahu bagaimana kondisi anggota keluarganya tersebut. 
 
Istri dari Agus Hadi terpidana mati yang juga rekan dari Pujo Lestari saat dihubungi melalui selulernya, Jum'at 13 Mei 2016 mengaku sangat ingin mengunjungi suaminya, sebelum eksekusi mati tersebut digelar. Hingga saat ini dirinya bersama anak-anaknya tidak mengetahui seperti apa prosedur yang diterapkan oleh pemerintah agar bisa bertemu langsung dengan suaminya.
 
Selain tidak mengetahui prosedur dan jadwal kunjungan di Nusa Kambangan tersebut, Acin juga mengaku bingung mencari biaya untuk mengunjungi suaminya di Nusa Kambangan. Pasalnya, tujuh tahun pasca suaminya ditangkap, wanita yang mengaku berjualan pisang goreng di sekitar Jalan Belanak, Kelurahan Selatpanjang Barat ini harus menumpang hidup di rumah anaknya di Bali.
 
"Memang saat ini kami lagi butuh uang untuk ongkos pergi ke Nusa Kambangan, apapun jenis upaya demi keinginan tersebut kami sanggup lakukan, kalaupun harus menggalang dana dari siapapun, siap kami lakukan. Pokok masalah utama kami disini, kami tidak tahu informasi serta prosedurnya, ya percuma saja. Saat suami masih di Lapas Batam, saya sering mengunjunginya, karena keluarga saya juga ada di Batam," ujar Acin.
 
Acin juga menilai jika putusan Pengadilan Negeri Batam terlalu berlebihan dalam menjatuhkan vonis mati terhadap suaminya. Menurut Acin, seharusnya hakim cukup menjatuhkan vonis yang sedikit lebih ringan terhadap suaminya.
 
"Suami saya kan hanya kurir, bukan bandar. Masa hukuman kurir dengan bandar disamaratakan," ujar Acin yang mengaku sering menangis karena memikirkan keselamatan suaminya.
 
Senada juga dikeluhkan Nr Adiknya tirinya terpidana mati Pojo Lestari yang mengaku bingung bagaimana caranya untuk mengunjungi abangnya di Nusakambangan. Nr mengatakan, saat Pujo Lestari masih di Lapas Kelas II Batam, ia selalu dibantu oleh pamannya yang berada di Batam. Namun nahas, setahun yang lalu, paman Nr sudah meninggal dunia.
 
"Kami bingung, soalnya saya tidak tau bagaimana prosedurnya. Apalagi saat ini mas Pujo sudah dipindahkan ke Nusakambangan, makin jauh dan kami tidak ada biaya untuk mengunjunginya," ujar Nr.
 
Nr mengungkapkan, seharusnya pemerintah memberikan informasi secara resmi terkait pemindahan serta  jadwal dan prosedur yang harus dilewati keluarga saat berkunjung. Ia mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah belum juga memberikan informasi resmi kepada pihak keluarga terkait pemindahan Pujo Lestari. Jelas dirinya mempertanyakan tanggung jawab pemerintah serta haknya sebagai keluarga dari terpidana mati Pujo Lestari.
 
Nr juga berharap abangnya bisa memperoleh hak untuk menjalankan ibadah. Menurut Nr, sejak menjalani hukuman, Pujo semakin taat menjalankan ibadah. Ia mengungkapkan, terakhir Pujo dikunjungi di Lapas Kelas II A Batam beberapa waktu lalu, wajah Pujo semakin cerah dan tabah.
 
"Mas Pujo senang saat isteri dan kedua anaknya ikut mengunjungi dia. Saya kasihan lihat kedua anaknya, pasalnya hingga saat ini mereka belum tau kalau bapaknya terpidana mati. Setau mereka, bapak nya hanya bekerja," ungkap Nr. (R-16)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA