Hukuman Cambuk 20 Kali Bila Berjualan Makanan di Bawah Jam 16.00 Saat Ramadhan

Print

Aktivitas berjualan panganan berbuka setiap bulan Ramadhan di Masjid Raya Banda Aceh.

Aktivitas berjualan panganan berbuka setiap bulan Ramadhan di Masjid Raya Banda Aceh.

Banda Aceh, RIAUAIR.COM- Pemerintah Aceh Utara, Provinsi  Nanggroe Aceh Darussalam punya cara tersendiri dalam menghormati umat muslim yang sedang beribadah puasa Ramadhan. 

Salah satu yang terbaru adalah, pemerintah akan memberikan sanksi 20 kali hukuman cambuk bila ditemukan pedagang berjualan sebelum pukul 16.00 WIB atau siang hari.

Kebijakan tersebu tertuang dalam   Qanun Aqidah, Ibadah dan Syiar  yang diberlakukan pemerintah setempat.

"Kita berharap kepada pedagang dan semua masyarakat supaya mematuhi imbauan yang disampaikan Forkopimda dalam rangka bulan Ramadhan," kata Kepala Satuan Tugas Polisi Pamong Praja dan Willayatul Hisbah (Kasatpol PP dan WH) Aceh Utara melalui Ketua WH Tgk Mursalin kepada Serambi, kemarin.

Imbauan itu berisi larangan bagi pedagang warung nasi berjualan sebelum pukul 16.00 WIB.
Pedagang juga tidak boleh membuka warung/kios sejak Maghrib hingga selesai salat tarawih, begitu juga dengan pemilik warung internet.

"Kecuali tempat umum yang dibutuhkan masyarakat, misalnya puskesmas, rumah sakit dan juga terminal," kata Tgk Mursalin.

Petugas akan melakukan patroli rutin pada siang, sore dan malam hari.

Warga juga diminta melapor jika melihat adanya pelanggaran.

"Jika nanti kita temukan ada pelanggar, akan diproses dengan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Aqidah, Ibadah dan Syiar," katanya.

Kepada non-muslim diharapkan menghormati umat Islam yang sedang berpuasa. (R-07)

Sumber: Tribunnews

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA