Minta Transferan Sampai Jutaan Rupiah, Dua Petugas Keamanan Rutan Sialang Bungkuk Jadi Tersangka

Print

Kondisi di Rutan Sialang Bungkuk pasca ratusan napi melarikan diri.

Kondisi di Rutan Sialang Bungkuk pasca ratusan napi melarikan diri.

Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Setelah memeriksa dan meminta keterangan dari 22 orang saksi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Jumat (19/5/2017) sore akhir menetapkan dua orang petugas keamanan Rumah tahanan Sialang Bungkuk sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kaitannya melakukan praktik pungutan liar kepada tahanan di Rumah tahanan Kelas II B Pekanbaru itu kepada para tahanan dengan motif meminta uang yang dilakukan baik secara tunai maupun transfer rekening.

Kepada wartawan di Direskrimsus Polda Riau, Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo, didampingi Wakil Direktur Reskrimsus AKBP Edi Fariadi, Gubtur menyebutkan, keduanya masing-masing berinisial RR dan MK.

''Keduanya staf bagian pengamanan. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan praktik Pungutan Liar untuk memintahkan tahanan dari blok-blok tertentu,'' kata Guntur.

Saat ini, keduanya masih dalam proses pemeriksaan oleh aparat penyidik. Apakah akan langsung ditahan atau tidak, saat ini pihaknya masih mengunggu proses penyidikan.

Kedua petugas keamanan rutan Sialang Bungkuk yang ditetapkan sebagai tersangka ini, menjalani pemeriksaan semenjak Senin lalu dalam status sebagai saksi. Namun, dalam proses berjalan, statusnya ditingkatkan menjadi tersangka.

Dalam kesempatan itu juga, Guntur menyebutkan, Kedua tersangka ini, diduga menerima pungli dari keluarga tahanan yang diberikan dalam bentuk transferan via rekening.

''Awalnya kan tahanan disatukan di blok yang sudah over kapasitas. Begitu uang ditransfer, lantas tahanan dipindahkan ke blok warga binaan yang lebih lapang. Salah satunya di Blok A,'' kata dia.

Masih pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur (Wadir) Ditreskrimsus AKBP Edy Feriyadi menjelaskan, dari proses pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi, diketahui ada enam jenis pungli terjadi di Rutan Sialang Bungkuk.

Namun, salah satu yang menjadi penekanan adalah bentuk pungli yang dilakukan dengan besaran mencapai jutaan rupiah yang ditujukan untuk memindahkan tahanan.

''Uangnya ada yang diberikan kepada karyawan, ada juga yang diberikan via perantara. Namun, untuk kasus yang didugakan, ada yang dilakukan melalui transferan.(R-04)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA