Loading...

Sejahterakan Para Pedagang, Pemko Bangun Pasar yang Nyaman

Wako Firdaus saat meresmikan Pasar Lima Puluh

Pekanbaru, riauair.com - Harapan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menempatkan pedagang secara representatif tampaknya segera terwujud, hal itu dibuktikan dengan diresmikannya revitalisasi tiga pasar di wilayah Pekanbaru. 
 
Para pedagang pasar kaget dan pedagang tradisional sudah difasilitasi pasar yang nyaman dan diharapkan dapat menyejahterakan para pedagang di Pekanbaru.
 
Kegiatan peresmian dilakukan langsung Walikota Pekanbaru, Dr H Firdaus bersama jajaran SKPD lingkup Pemko Pekanbaru.
 
Tiga pasar itu meliputi Pasar Limapuluh, Rumbai dan Pasar Higienis Teratai, diresmikan di satu lokasi yakni Pasar Limapuluh Pekanbaru. Suara sirine yang ditekan walikota menandai tiga pasar resmi beroperasional diperuntukkan bagi pedagang untuk melakukan transaksi jual beli, ditambah dengan penandatanganan prasasti.
 
"Diresmikannya tiga pasar ini diharapkan dapat menampung pedagang secara representatif, artinya, pedagang tidak lagi melimpah ruah atau menggelar semacam pasar ilegal yang membuat operasi dagang di pasar resmi menjadi sepi. Ini juga sebagai jawaban tentang maraknya demo yang terjadi akibat adanya pasar jongkok. Kondisinya saya lihat sudah bagus, sirkulasi udara baik dan yang paling penting akses konsumen yang berbelanja tidak sempit. Untuk tahap II kita akan bangun dua lantai, tahun depan bisa diselesaikan, Insya Allah," kata Firdaus, usai peresmian kemarin.
 
Ada 102 kios yang direvitalisasi di Pasar Limapuluh yang berada di Jalan Sultan Syarif Kasim itu, ditambah dengan satu kantor Unit Pelayanan Terpadu Dinas Pasar, retribusi dipungut Rp 120 per bulan dimasukkan kedalam kas negara.
 
Melalui pembangunan dan revitalisasi pasar juga Pemko Pekanbaru terus berupaya dalam mengatasi dan melindungi permasalahan pedagang kaki lima yang merupakan sektor non formil ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.
 
"Kalau pedagang sudah berjualan di tempatnya tentu saja akan nyaman, karena usaha bisa terus berjalan, ketertiban umum juga tak terganggu. Dan lebih terpenting kegiatan yang dilakukan tidak merugikan pihak mana saja karena memang mencari nafkah di tempat yang telah disiapkan Pemko. Ini juga untuk menata PKL dan memberdayakan masyarakat agar bekerja dan terlepas dari garis kemiskinan dan memenuhi tarap hidup layak," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Masirba H Sulaiman mengatakan, pembangunan pasar merupakan tanggung jawab dari Disperindag.
 
"Alhamdulillah kita telah menyelesaikan pembangunan di pasar lima puluh dan kita dipercaya untuk membangun pasar ini. Untuk pembangunan sendiri menelan biaya Rp 10 miliar melalui APBN Perubahan," kata Irba.
 
Kedepan kata Irba, program Disperindag melalui kementerian akan membangun pasar kecamatan di 12 kecamatan di Pekanbaru, hanya saja karena keterbatasan anggaran, maka Pemko meminta bantuan dana dari Pemerintah pusat dan provinsi. Irba juga menjelaskan terkait retribusi yang dilakukan akan dimasukkan ke kas negara sampai ada hibah dari pemerintah pusat.
 
"Untuk pembangunan pasar tahap II,bila pemerintah pusat belum menyiapkan dana untuk itu, maka Disperindag akan berupaya ke pemrintah provinsi. Tapi bila provinsi juga mengalami kendala, pak wali menyampaikan tahun 2017 tahap II Pasar Limapuluh melalui APBD Pemko," tandas Irba.
 
Pada kesempatan itu, Pemko Pekanbaru melalui Disperindag juga memberikan sebanyak 100 timbangan pegas ukuran lima kilo kepada para pedagang, bertujuan untuk melindungi konsumen dari kecurangan-kecurangan yang dilakukan. Sebab pemakaian timbangan plastik ukuran satu kilogram sudah tidak dibenarkan. (RA-01/Advertrial)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]