Loading...

TAK UNGKAP DATA RESMI NAPI MELARIKAN DIRI, Tata Kelola Rutan Sialang Bungkuk Dipertanyakan

Masnur Marzuki

Jakarta, RIAUAIR.COM- Hingga hari kedua pembobolan Rutan Sialang Bungkuk, tata kelola dan manajemen Lapas oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM mulai dipertanyakan.

Idealnya, Kementerian Hukum dan HAM sudah merilis jumlah resmi dan data tentang napi yang melarikan diri sehingga bisa menjadi acuan bagi masyarakat dalam mengantisipasi situasiyang terjadi terkait dengan keberadaan nara pidana yang melarikan diri.

Hal tersebut disampaikan Ahli Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia, Masnur Marzuki, SH, LLM.

Dikatakan dia, publik punya hak penuh untuk tahu berapa jumlah dan data penghuni lapas yang kabur. Jika belum dirilis, wajar muncul kecurigaan betapa buruknya tata kelola dan manajemen lapas sampai tak memiliki database penghuninya.

Situasi ini bisa menimbulkan kesimpang siuran informasi di tengah masyarakat dan makin menimbulkan kecemasan.

Dikatakan dia, Kanwil Kumham sepertinya kehilangan sense of crisis yang mulai dirasakan masyarakat yang disebabkan oleh insiden kaburnya para penghuni lapas. Padahal, itu menjadi situasi yang sangat berpengaruh di tengah masyarakat saat ini.

''Seharusnya memang segera dirilis datanya. Berapa yang  kabur dan berapa yang sudah ditangkap kembali. Hal ini penting agar solusi masalah ini dapat segera didapat,'' kata dia.

Soal standard operational procedure (SOP), dijelaskan Masnur yang juga putra asli Kampar ini,sudah banyak regulasi yang dibuat pemerintah. Mulai dari Peratuan Pemerintah (PP) hingga  Peraturan menteri. Misalnya yg terbaru Permenkumham 33 tahun 2015 tentang pengamanan pada lapas dan rutan.

Masnur tidak sependapat bila solusi yang dilakukan hanya menangkap para napi  yang lepas dan mencopot pejabat yang bertanggung jawab saja. Itu tidak cukup, karena tidak mencerminkan solusi atas persoalan yang terjadi untuk jangka panjang.

Yang harus dipastikan adalah bagaimana menjamin manajemen lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sialang Bungkuk diubah menjadi lebih transparan dan lebih koordinatif.

Harus digarisbawahi, manajemen Lapas saat ini berbeda dengan manajemen atau konsep penjara pada era orde baru, dengan pola pembinaan terhadap narapidana.

''Manajemen Lapas saat ini, pola pembinaannya dengan pendekatan lebih persuasif, manusiawi sehingga dapat terjadi hubungan baik seluruh stakeholders lapas,'' kata dia. (R-04)
 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]