Loading...

Dirjen Pemasyarakatan Geram, Karutan Sialang Bungkuk Dianggap tak Becus Bekerja

Kondisi Rutan Sialang Bungkuk malam tadi.

Jakarta, RIAUAIR.COM- Direktur Jendral (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkum HAM I Wayan Dusak mengatakan tak habis pikir dengan kericuhan yang terjadi di RUtan Sialang Bungkuk.

Dikatakan dia, pihaknya sudah lama melakukan evaluasi di Rutan Kelas II B Pekanbaru. Namun diduga evaluasi tersebut tidak dijalankan di lapangan sehingga menimbulkan penumpukan masalah.

"Menurut dugaan saya kemarin sudah kita lakukan langkah-langkah ini, ini tidak dilakukan oleh kepala rutan. Ya kita nanti ambil tindakan dong, berarti you enggak bisa kerja, gitu saja udah," ujar Dusak dalam konferensi pers di gedung Ditjen Pemasyarakatan, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).

Dusak menyebut, permasalahan di Rutan Kelas IIB Pekanbaru sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Permasalahan kondisi rutan yang menumpuk menyebabkan emosi para napi dan tahanan semakin memuncak.

"Tidak tiba-tiba, ini sudah lama. Sudah beberapa, mungkin tahun lalu, barangkali beberapa bulan yang lalu lah," tuturnya.


Dusak menyebut kejadian tahanan kabur sebanyak ini belum pernah terjadi sebelumnya. Selama ini pihak Ditjen Pemasyarakatan selalu memantau semua rutan dan lapas melalui perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

"Jadi tim kami tiap wilayah itu menilai ini-ini, risiko kemanan seperti apa, sehingga rekomendasi apa yang harus dilakukan," ujar Dusak.

Menurut Dusak, mestinya pihak rutan dan lapas menjalankan rekomendasi yang telah diberikan. Jika tetap terjadi masalah di luar dugaan, maka itu risiko pekerjaan yang harus dihadapi.

"Tapi kalau sudah direkomendasi dan tidak dilakukan berarti kan dia tidak melaksanakan sesuai dengan petunjuk, tentu yang begini-begini harus dievaluasi, dia tidak mampu memimpin suatu tempat," tegasnya.

Dusak mengakui, para napi dan tahanan meminta kepala keamanan Rutan Kelas IIB Pekanbaru diganti. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena over kapasitas rutan.

"Karena kan keamanan yang bertanggungjawab, supaya menjadi tertib dia kan akan berusaha untuk menertibkan itu, nah orang ditertibkan pasti tidak suka kira-kira seperti itu," bebernya.

Dia menyanggah sempat terjadi bentrokan antara penghuni rutan dan petugas. Namun dia mengakui, ada perlakuan petugas yang membuat napi dan tahanan tidak nyaman.

"Hanya perlakuan tidak nyaman yang dilakukan oleh petugas. Misalnya masjid kapasitasnya 200, yang boleh ke sana dua ratus padahal yang mau salat misalnya 500 kan, antara lain itu," tuturnya.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, tahanan/napi Rutan Pekanbaru kabur beramai-ramai sebelum salat Jumat siang tadi. Aksi ini disebut spontanitas namun diduga ada yang melatarbelakanginya. Rutan Pekanbaru berkapasitas 561 orang namun dihuni oleh 1.870 orang.

"Isi dari pada rutan Pekanbaru terdiri dari kasus korupsi 76 orang, kasus narkoba 421 orang, illegal logging 14 orang dan pidana umum 1.359 orang, totalnya 1.870 orang," papar Direktur Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham I Wayan Kusmiantha Dusak.

Saat ini pihak rutan dibantu personel polisi dan TNI masih melakukan pengamanan di rutan. Sebab situasi di Rutan Pekanbaru belum kondusif karena tahanan dan napi belum masuk ke dalam sel.

Jumlah petugas di Rutan Pekanbaru memang tak sebanding dengan total tahanan dan napi. Di rutan ini hanya ada 54 orang petugas yang 4 orang di antaranya pejabat struktural.(R-05)


Sumber Berita: Kumparan

Sumber Foto: Go Riau
 

Loading...



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]