Loading...

INI DIA PENAMPAKAN DUA UNIT JETSKI ERI JACK, HARGANYA WOW...

Dua unit Jetski milik Eri Jack yang diamankan aparat kepolisian.

Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Direktorat Reserse Narkotik dan Obat-Obatan Terlarang Kepolisian Daerah Riau mengangkut dan menyita sejumlah barang mewah milik Eri Khusnadi alias Eri Jack.

Barang-barang mewah milik bandar narkoba internasional jaringan Tiongkok ini ditunjukkan saat pemusnahan sejumlah barang bukti di Mapolda Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis (27/4/2017).

Dua unit jetski mewah yang harganya ditaksir mencapai Rp650 juta, satu unit mobil mewah HRV, satu unit kapal tongkang dan beberapa barang mewah yang diduga ikut digunakan oleh Eri Jack dalam menjalankan aksinya demi memasok barang haram jenios sabu-sabu ini.  

Untuk dua unit Jetski milik Eri Jack dibawa dari Desa Jangkang, Kabupaten Bengkalis.

"Ini dua Jetski kita bawa karena bandar ini selain tindak pidana narkoba juga tindak pidana pencucian uang," kata Kepala Polda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dalam kegiatan pemusnahan barang bukti di Pekanbaru, Kamis.

Tentang jetski mewah milik Eri Jack, dikatakan Kapolda, sering digunakan untuk menjemput narkoba buatan Tiongkok itu hingga ke  perbatasan Malaysia.

Selain Jetski juga ada dua kapal mesin atau "speedboat" dengan mesin 250 x 3 yang diduga melewati batas negara untuk menjemput barang dari Malaysia.

"Istilahnya ini menggendong, dengan Jetski datang menjemput barang dari kapalnya lalu dibawa ke rumah dan didistribusikan. Jaringannya ini ke Medan, Jambi, Palembang, Lampung," ujar Zulkarnain.

Kapal mesin juga disita dan diduga juga merupakan TPPU, tapi masih berada di Kepolisian Air Bengkalis. Selain itu juga ada disita dua mobil ER merek Honda dan Innova yang digunakan dua kurir.

Untuk memproses penyidikan TPPU, kata dia, butuh keterangan ahli. Indikasi awalnya adalah karena tersangka  menyamarkan harta hasil kejahatan narkobanya dengan menggunakan nama orang lain.

"Jadi dia menyembunyikan asal-usul harta kekayaan yang dimiliki. Untuk rumah belum, tapi kalau rumahnya tidak bisa membuktikan darimana kami akan sita juga," ucap kapolda.

Sebelum mengungkap 40 kilogram sabu dan ratusan ribu butir ekstasi, sudah ada satu kilogram dan lima kilogram hingga tujuh kilogram sabu yang dibawa kurir Eri Jack lolos.

Namun beberapa pengiriman di antaranya berhasil diamankan petugas dan menciduk para kurirnya bersama barang bukti.

‎"Kemudian dilakukan penyelidikan, di mana dua kurirnya ditangkap dalam perjalanan dari Kabupaten Siak tujuan Medan," sebut Zulkarnain.

Selama menjalankan bisnis haramnya, Zulkarnain ‎menyebut, Eri Jack sudah menjadi nelayan yang kaya raya. Eri disebut mempunyai beberapa aset bernilai ratusan hingga miliaran rupiah yang saat ini masih dilacak Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Semua kekayaannya itu diduga kuat hasil dari bisnis haramnya ini.

Untuk pemasok lainnya di Malaysia, Polda Riau sendiri masih kesulitan mengungkapnya karena bukan wewenang yuridiksinya. Karena itu, komunikasi intensif digencarkan dengan BNN dan Mabes Polri.

"Ada yang di Malaysia, masih terus dikoordinasikan dengan BNN dan Mabes Polri," kata Zulkarnain.

Sementara itu, terkait permintaan hukuman mati ini, Kajati Riau Uung Abdul Syakur berjanji bakal memberikan tuntutan maksimal. Dia menyebut bakal mempelajari berkas tiga tersangka sabu dan puluhan ratusan ribu ‎ekstasi ini yang diserahkan Polda Riau nanti.

"Akan diberikan tuntutan maksimal, kalau ada di atas hukuman mati, ya kita berikan tuntutannya," kata Uung soal tuntutan hukum dalam kasus narkoba ini.(R-07)


 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]