Loading...

BAPAK GILA, Gantung Bayinya Umur 11 Bulan, Lantas Dia Bunuh Diri Live di Facebook

Pria ini menggantung anak bayi dan dirinya dan merekam peristiwa itu secara live melalui jejaring sosial.

RIAUAIR.COM- Tragedi kemanusiaan kembali terjadi. Seorang ayah membunuh anak bayinya yang baru berusia 11 bulan lantas juga menggantung dirinya hingga mati secara live di Facebok.

Aksi ini membuat gempar warga, bahkan pemerintah setempat karena dinilai berbahaya dan menimbulkan keresahan.

Seorang ayah di Thailand, menggantung bayi perempuannya yang berusia 11 bulan, lalu bunuh diri.

Dilansir Thepuketnews.com, peristiwa ini terjadi di Phuket, daerah yang terkenal dengan pariwisata di Thailand.

Menggunakan kamera ponsel yang ditempel ke dinding, Wuttisan Wongtalay (21) merekam dirinya mengalungkan tali ke leher putrinya lalu menggantung bayi malang itu.

Sang ayah kemudian bunuh diri.



Dua kejadian mengenaskan tersebut disiarkan langsung melalui akun Facebook pria itu.

"Anda bisa mendengar suara bayi perempuan itu menangis dan akhirnya tangisan itu terhenti. Kemudian dia menarik tubuh bayi itu ke atas loteng dan melepaskan tali dari lehernya," kata Lt Col Sanit Nookhong dari Kepolisian.

Video berdurasi empat menit masih bisa diakses selama 24 jam.

Tayangan tak layak ini akhirnya dihapus, setelah pihak kementrian ekonomi digital Thailand menghubungi Facebook.

Meski demikian banyak netizen telah menonton tayangan tersebut, hingga ratusan ribu kali.

Dalam YouTube Facebook pun rekaman tersebut diunggah hingga ditonton ribuan kali, tapi langsung dihapus dallam waktu 15 menit setelah diunggah.

Media lokal melaporkan aksi nekat Wuttisan diduga karena cemburu.

Ia merasa ibu dari anaknya, Jiranuch Trirat (21), berselingkuh dengan pria lain.

Beberapa waktu sebelum bunuh diri, pria itu marah-marah dan mengancam membunuh Jiranuch.

Wuttisan keluar rumah sambil membawa bayi mereka, Beta, lalu melakukan perbuatan nekat tersebut di sebuah gedung terbengkalai.

Jiranuch menyaksikan pembunuhan dan bunuh diri tersebut 45 menit setelah video diunggah oleh Wuttisan.

Ia segera melapor ke polisi.

Lt Col Sanit Nookhong dari Kepolisian Kerajaan Thailand mengkonfirmasi motif perbuatan Wuttisan akibat kecemburuan.

Menurut laporan, sebelum peristiwa Jiranuch telah mempertimbangkan untuk meninggalkan Wuttisan.

Sebab ia selalu merasa ketakutan karena pria itu seorang pencemburu yang suka marah dan kasar.

Menurut wanita itu, saat bertengkar dengan Wuttisan dia lalu kabur. Tapi saat kembali Wuttisan tidak di tempat, begitu juga anak mereka.

"Dia (Wuttisan) membuat saya takut. Saya takut dan ingin berpisah darinya. Seharusnya saya bersama putri saya waktu itu. Bagaimana dia (Beta) mau memaafkan saya karena telah meninggalkannya? Saya tak siap melepasnya. Ini akan selalu menyakitkan bagi saya," sesal Jiranuch.(R-07)


Sumber Berita: Tribun Pekanbaru
 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]