Dari Penangkapan 12,3 Kg Ganja, Maya dan Hafiz, Cinta Mereka Terbutakan Oleh Narkoba

Print

Hafiz, Maya dan Asril saat ekspose di Mapolresta Pekanbaru.

Hafiz, Maya dan Asril saat ekspose di Mapolresta Pekanbaru.

Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Harusnya, mereka menikmati masa-masa indah remaja. Merenda ilmu sebagai anak kampus sembari menikmati indahnya masa remaja.

Tapi, apa yang dilakukan Hafiz (22) dan Maya (21) sebuah kesalahan fatal. Kuliah mereka terancam usai di penghujung perjalanan, mereka pun harus menjalani hari-hari di balik jeruji besi.

Hafiz dan Maya sejatinya cinta, sayang, mereka salah memilih jalan dengan menjadi sesama pemuja daun ganja. Mereka tergulung dalam operasi penegahan peredaran narkotika oleh jajaran Polsek Bukitraya, Kamis (20/4/2017).

Hafiz sendiri mengaku kalau selain menjadi pemakai, juga sebagai pengedar. Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan 11 paket ganja kering siap edar di tempat kos Hafiz di Jalan Karya I, Bukitraya yang terletak tidak jauh dari Kampus Universitas Islam Riau.

Dia mengaku menjadi pengedar karena kekurangan biaya untuk hidup sehari-hari sebagai mahasiswa. Karena itulah, dia terjun ke dalam bisnis barang haram ini.

Tapi, berbeda dengan Maya. Gadis bertubuh kecil yang kuliah di sebuah kampus negeri di Pekanbaru ini terbawa polah sang kekasih, Hafiz yang menjadi pemuja daun surga.

"Aku yang pertama kali ditangkap bang waktu lagi berdua sama dia (Maya). Kadang makai (mengkonsumsi ganja), kadang jual juga. Jualnya di sekitar kampus UIR. (barang bukti) sama saya ada 11 paket. Satu paket biasa saya jual Rp40 ribu sampai Rp50 ribu," kata Al Hafiz, Jum'at (21/04/17).

Hafiz mengaku kalau dia saat ini masih menjalani perkuliahan di kampus swasta dan kini duduk di semester 8.

"Saya masih kuliah bang. Saya sama dia (Maya,red) sudah setahun lebih ini," papar dia.

Tanpa malu-malu, Maya pun mengakui hubungan asmara yang mereka jalani. Dia bahkan mengakui pula ikut mengkonsumsi daun ganja tersebut bersama Hafiz.

"Kalau saya cuma makai saja, tapi nggak ikut jual. Pacar saya aja sendiri yang jual itu (ganja). Saya masih kuliah, di UIN," lirihnya pelan.

Dari penakapan terhadap pasangan inilah, aparat kepolisian pun akhirnya mengembangkan penangkapan terhadap bandar besar ganja, Asril (34).

Dari tangan pria yang tinggal di wilayah Kubang Raya, Siak Hulu itu, aparat menemukan sebanyak 11 kilogram ganja yang menurut Asril hanyalah barang titipan dari salah seorang rekannya, warga Aceh.

"Itu (ganja) punya teman saya Acie, dia orang Aceh. Saya cuma pernah ketemu sama dia satu kali. Saya juga cuma disuruh nyimpan barang itu. Kadang kalau ada (pesanan) baru dijual," sebutnya.

Pria asal Desa Tanjung Belit, Kampar inipun bahkan jujur mengaku jika tersangka Al Hafiz memang pernah membeli ganja tersebut dari dirinya. "Dia (Al Hafiz) pernah beli juga sama saya. Tapi cuma sekali," singkatnya.

Terpisah, Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi membenarkan perihal penangkapan ketiga tersangka pemakai dan penjual ganja tersebut. Dirinya menuturkan, dalam penangkapan itu, pihaknya lebih dulu menciduk tersangka Al Hafiz dan Maya. Dari pengembangan, barulah kemudian ditangkap sang bandar, Asril.

"Pengungkapan ini masih kita kembangkan lagi karena masih ada bandar besar di atasnya," kata dia.

Kronologis Penangkapan

Total barang bukti ganja yang disita seluruhnya 12,3 kg, asal barang dari Aceh," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, sebagaimana dikutip dari Antara Jum'at.

Dia mengatakan penangkapan dilakukan pada Kamis (20/4) berdasarkan informasi yang diterima Bhabin Kelurahan Simpang Tiga Kepolisian Sektor Bukit Raya. Informasinya bahwa di Jalan Karya III Gang Tanjung di Rumah Kos ASKA sering terjadi pesta ganja.

Selanjutnya tim gabungan Reserse Pekanbaru, Intel dan Babin serta Polsek Bukit Raya melakukan penyelidikan dan penggeledahan di Tempat Kos Aska kamar nomor 4. Itu dilakukan bersama Ketua Rukun Tetangga setempat bernama Edison Filli.

Lalu ditemukan 23 paket kecil ganja, masing-masing satu paket dalam "Tupperwere" dan tas kertas. Pemiliknya  AR (23), Mahasiswa UIR asal Duri, Kabupaten Bengkalis dan MK, perempuan 21 tahun Mahasiswa UIR, Kos di DEAN Jalan Karya I Simpang Tiga.

Kemudian dikembangkan di tempat kejadian perkara II di Jl Haji Usman Perumahan Taman Pura, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Ditangkap yersangka AS dengan barang bukti tiga peket ganja bungkus besar.

Setelah itu dikembangkan lagi ke rumah tersangka di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tapung, Kampar. Ditemukan di belakang rumahnya dalam tanah dengan barang bukti lebih kurang 12 kg ganja," demikian ujar kabid humas.(R-04/rtc)

 

Sumber Berita: Riau Terkini

 




 

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA