Loading...

WOW..Dua Ibu Rumah Tangga di Dumai Ini Jadi Miliarder, Total Uang yang Didapatnya Rp8,3 Miliar.

Dua perempuan berprofesi sebagai ibu rumah tangga dibekuk di Dumai karena dugaan penipuan dalam kasus percaloan penerimaan CPNS.

Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Jangan pernah sepelekan kedua wanita ini. Walau hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga, mereka ini miliarder.

Bayangkan, cukup menjadi calo Pegawai negeri Sipil (PNS), mereka bisa meraup uang tak kurang dari 8,3 miliar. Mereka pun kaya mendadak!

Sayangnya, kekayaan tersebut tak sesuai dengan janji mereka untuk bisa memasukkan sebanyak 63 orang korbannya untuk menjadi PNS.

Kini, mereka pun harus berurusan dengan aparat kepolisian. Sejumlah korbannya mengadu kalau mereka menjadi korban penipuan dari kedua ibu rumah tangga itu.

Dua wanita di Kota Dumai itupun akhirnya  diciduk polisi. Diduga keduanya melakukan penipuan yang mengakibatkan korbannya rugi miliaran rupiah.
 
Kedua perempuan masing-masing bernama SU Alias Cici 34 tahun berprofesi ibu rumah tangga, warga Jalan Cendrawasih Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai. HEL, 51 tahun, juga ibu rumah tangga, Jalan Tunas Muda Kelurahan Bukit Datuk Kota Dumai.
 
Kedua perempuan ini ditetapkan Tersangka (TSK. Red). Sementara itu korbannya adalah Indri Vidwi, 34 tahun, warga Jalan Arwana Kelurahan Mekarsari Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai.
 
"Kejadian ini terjadi sekitar bulan April 2014 Jam 20.00 Wib, korban pergi kerumah TSK terlapor, untuk menanyakan perihal penerimaan CPNS" ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM Selasa (18/4/2017).
 
TSK ini kata Guntur mengaku bisa membantu memasukan CPNS di Kementerian Perhubungan program jalur khusus dan akan di tempatkan di Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Syahbandar Dumai.
 
Dengan syarat korban harus memberikan uang sebesar Rp200 juta kemudian Jumat (02/5/2016) jam 14.00 wib korban mentransfer uang yang diminta sesuai jumlah kesepakatan. Uang sebesar Rp200 juta tersebut di transfer ke Rek Bank Mandiri Atas Nama HN.
 
Namun hingga tahun 2016 saat ditanya korban, TSK hanya mengatakan sabar. Hingga korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dumai guna pengusutan lebih lanjut.
 
Berdasarkan keterangan saksi-saksi kata Guntur, korban dalam kasus ini sebanyak 63 orang. Namun sampai saat ini tinggal 38 orang, karena sudah ada yang mengundurkan diri sebanyak 25 orang. Dan dari menipu ini TSK mendapat uang sebanyak Rp8,3 miliar.(R-04)

 

Sumber Berita: Riauterkini

Loading...



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]