Loading...

ASTAGA...Pengakuan PSK Belia di Pekanbaru, Tak Takut Hamil Karena Selalu Sedia Kondom Bila Bekerja

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto saat ekspos WMP, mucikari prostitusi online di Mapolresta Pekanbaru, Kamis siang

Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Banyak hal mengejutkan yang keluar dari perempuan muda bernama TS ini.

Dia yang ditangkap bersama seorang mucikari alias mami WMP dalam penggerebekan di sebuah hotel di Pekanbaru itu mengisahkan petualangannya  saat diperiksa oleh  Tim Judisila Mapolresta Pekanbaru sesaat setelah ditangkap dalam penegahan praktik prostitusi online di Pekanbaru.

Salah satunya adalah terkait dengan kepiawaiannya dalam menyembunyikan perbuatannya kepada keluarga, khususnya kedua orang tuanya yang sehari-hari hanya berprofesi sebagai buruh serabutan.

Alasan Ts jadi penjaja cinta bagi para pria hidung belang adalah  untuk membantu perekonomian kedua orangtuanya. Ayahnya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga (IRT).

"Uangnya untuk beli isi rumah, bantu-bantu orangtua. Tapi, mereka tidak pernah tau. Kalau di rumah, biasa-biasa saja, tidak dinampakkan, jadi orangtua tidak curiga," tuturnya.

"Sudah 6 bulan, biasanya saya cari sendiri pakai aplikasi WeChat. Saya juga sudah ada pelanggan sendiri. Cuma, beberapa minggu belakangan Dia tawarkan tamu, tapi belum pernah ada yang jadi," imbuhnya.

Ts menuturkan, untuk menjajakan layanan seksual ini, Ia biasanya melayani tamu-tamu untuk menemani karaoke. Ia pun mngakui biasa menemani tamunya di karaoke Happy Puppy jalan Sudirman dan jalan Riau. "Biasanya mereka (tamu) ngajak karaoke dulu. Nanti, kalau minta 'lebih', baru diajak ke hotel," tukasnya.

TS pun menyebutkan, jika dirinya sudah 6 bulan terjebak di bisnis haram ini dan sudah empat kali melayani tamu, dengan tarif berkisar Rp600 ribu sampai Rp700 ribu.

Tak cuma berkisah tentang itu, Ia pun berterus terang, tidak takut hamil atau pun dampak lainnya yang diakibatkan menjajakan cinta ini. Pasalnya, sebelum melayani tamunya, Ts mengaku jika Ia telah mempersiapkan atau menyediakan kondom.

"Kan saya sediakan kondom juga, kalau mereka (tamu) tidak mau. Saya juga menolak. Biasanya cuma ST (short time), sekali 'main' Rp700 ribu," ucap dia sekenanya.

Gadis belia berinisial Ts ini  menjadi salah satu korban. Dia mengaku jika dirinya baru beberapa minggu ini ikut atau bergabung bersama WMP. "Biasanya Dia (WMP) yang tawarkan kalau ada tamu," ujarnya.(R-02)



Sumber Berita: Go Riau



 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]