Loading...

MENGERIKAN DAN SADIS, Begini Cara Herianto Memutilasi Bayu Santoso

Herianto memperagakan 42 bagian dari proses terbunuhnya Bayu Santoso.

Bengkalis, RIAUAIR.COM- Sebanyak 42 adegan dalam pembunuhan disertai mutilasi dengan korban bernama Bayu Santoso (27), warga Desa Tanjung Medang, Rupat Utara, akhirnya digelar pada Senin (10/4/2017) siang. 
 
Di dalam setiap rekonstruksi bagaima koornologis sebenarnya pembunuhan tergolong sadis tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung Halaman Mapolres Bengkalis serta disaksikan Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Aritonang SIK dengan menghadirkan ketiga orang tersangka. 
 
Polisi melakukan penggambaran lokasi peristiwa dihalaman Mapolres Bengkalis dengan mengunakan kapur tulis yang seolah-olah menjelaskan bentuk roko dan meja bilyar tempat kejadian perkara pembunuhan bayu. Dari hasil reka ulang tersebut di dapati Gondrong dan Ali Akbar sangat kuat keterlibatan nya dalam pembunuhan sadis itu. 
 
Namun pada rekonstruksi itu pula menegaskan bahwa tindakan mutilasi dilakukan satu orang tersangka atas nama Harianto alias Ari (31) di dalam toilet lantai dasar Ruko miliknya. Menurutnya Hal itu dilakukan karna panik bagaimana cara menghilangkan jejak, sementara dua tersangka lagi Gondrong dan Ali Akbar telah terlebih dahulu melarikan diri. 
 
Dari 42 adegan pra rekonstruksi, yang mendominasi Adegan dilakukan tersangka Herianto yang merupakan tersangka utama dan secara sadis memotong tubuh korbannya menjadi sepuluh bagian. Itu terlihat saat dari proses penikaman hingga memotong-motong tubuh korban kemudian di masukkan ke dalam koper dan drum hingga proses melarikan diri bersama anaknya ke Jakarta. 
 
Sebelumnya, tersangka Harianto ditangkap petugas kepolisian di salah satu apartemen di Jakarta. Kemudian dua tersangka lainnya Gondrong ditangkap dirumah nya sementara Ali Akbar diringkus di Deli Serdang.
 
Kasus pembunuhan disertai mutilasi ini terungkap bermula saat tersangka Gondrong (29), melaporkan peristiwa itu ke Polsek Rupat Utara. 
 
Dari pengakuan mereka Gondrong dan Ali Akbar ikut merencanakan pembunuhan tersebut karna merasa diancam oleh korban akan melaporkan kepada polisi atas bisnis narkoba mereka. Diawali memanggil korban dengan menjanjikan akan memberikan korban mengunakan narkoba secara gratis. setelah korban sampai dilokasi, dan telah puas mengunakan narkoba jenis sabu-sabu mereka bertiga lantas menghabisi korban dengan cara menikam. Dari hasil hasil visum terdapat 20 tikaman yang membuat korban tewas sebelum di mutilasi. 
 
Tersangka Gondrong yang merasa ketakutan sempat lari ke dalam hutan bakau selama dua hari. Kemudian mencoba menghilangkan alibi Gondrong melaporkan kejadian itu ke Polsek Rupat Utara. Mendapat laporan dari Gondrong itu, penyidik langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP).(R-07)
 
 
 
Sumber Berita: Traju News



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]