WAH...SADIS, Bayu Santoso Meninggal Dengan 9 Tusukan Sangkur di Kepala, 3 di Dada, 7 di Punggung

Print

Jenazah Bayu Santoso dimutilasi dan dimasukkan dalam travel bag dan drum biru.

Jenazah Bayu Santoso dimutilasi dan dimasukkan dalam travel bag dan drum biru.

 
 
Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Pemeriksaan terhadap tiga tersangka pembunuhan dan mutilasi Bayu Santoso, warga Tanjung Medang, Rupat Utara masih berlanjut.
 
Beberapa fakta baru pun mengalir mengiringi pendalaman kasus pembunuhan keji itu. Salah satunya adalah tentang hal-hal riil yang terjadi pada malam terbunuhnya Bayu Santoso dan peran dari masing-masing  tersangka Her, And dan Al, yang diamankan aparat kepolisian.
 
Dari penyidikan yang dilakukan aparat kepolisian,  tiga tersangka  diduga sempat mengkonsumsi Narkoba jenis Sabu, sebelum menghabisi nyawa Bayu Santoso di Ruko Biliar milik He, daerah Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. 
 
Bahkan di bawah pengaruh Sabu, ketiganya lalu merencanakan pembunuhan itu.
 
Ketika itu Gondrong menyampaikan keresahannya terkait ancaman korban yang bakal melaporkan mereka bertiga kepolisi terkait bisnis Narkoba. Lalu muncul ide untuk memancing korban datang ke Ruko itu. Lagi-lagi Gondrong mengambil peran di sini. Dia lah yang menelpon Bayu agar datang.
 
Sementara He mempersiapkan senjata tajam. Agar tidak ketahuan, pisau itu ia sembunyikan di kamar mandi. Sekitar pukul 23.00 WIB, 24 Maret 2017, korban akhirnya datang. Ia bahkan diajak Nyabu oleh ketiga tersangka di Ruko. Saat itu lah rencana mengeksekusi Bayu dilakukan.
 
Dari belakang He langsung menusuk punggung Bayu. Ketika itu korban sempat berdiri dan melawan. Melihat ini AA turun tangan dan memegang korban, sementara Gondrong mengeluarkan pisau dan menikam lehernya. Meski terluka cukup parah, Bayu masih berdiri sambil berteriak minta tolong.
 
Usai itu Gondrong dan AA pergi meninggalkan Ruko dan tak pernah kembali lagi. He ditinggal sendiri menghadapi korban yang ketika itu masih hidup. Dalam keadaan tubuh terluka Bayu sempat melawan. Ia mengambil pisau lalu menyerang balik He, membuatnya terluka di tangan kiri.
 
Melihat Bayu masih melawan membuat He akhirnya menikam korban berkali-kali hingga akhirnya rubuh. Menurut polisi, korban mengalami 20 luka tikaman benda tajam hingga akhirnya meregang nyawa. Lalu tubuhnya dimutilasi dan dimasukkan dalam travel bag.
 
"Mutilasi dilakukan di kamar mandi Ruko. He sempat menghubungi dua tersangka agar datang, namun tidak muncul. Karena kebingungan, He akhirnya Memutilasi jasad korban," ungkap Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono melalui Paur Humasnya, Ipda Zulkifli, Senin (10/4/2017).
 
Siang tadi, ketiga tersangka sudah menjalani rekonstruksi ulang terkait peristiwa Ruko berdarah itu. 42 adegan mereka peragakan. Akibat perbuatannya, hukuman berat pun menanti He, AN alias Gondrong dan AA.
 
Dari pemeriksaan yang dilakukan, juga diketahui  korban tewas akibat 20 tusukan pada bagian tubuhnya sebelum dimutilasi, diantaranya 9 di bagian kepala, 7 di punggung, 1 pinggang dan 3 ada bagian dada," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono kepada sejumlah wartawan saat press rillis di Mapolres Bengkalis, Senin (10/04/2017).(R-04)
 

 

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA