Loading...

Polisi Lakukan Otopsi Jenazah Agussalim, Pelaku Pencurian Sarang Walet Korban Penganiayaan

Suasana pemakaman jenazah Agussalim beberapa waktu lalu pasca meninggal.

Pasir Pengaraian, RIAUAIR.COM- Polisi lakukan Otopsi untuk mengungkap peristiwa kematian Agus Salim, pria yang diduga ikut melakukan pencurian sarang walet di Desa Kasang Mungkal beberapa waktu lalu.
 
Kematian Agus Salim warga Desa Kepenuhan Timur yang diduga karena dihakimi oleh pemilik walet dkk, menjadi fokus penyelidikan Satreskrim Polresw Rokan Hulu pada saat ini.
 
Desakan keluarga dan Kades Kepenuhan Timur untuk dilakukan proses Hukum atas kematian Keluarga dan Warganya ini, terus berlanjut.
 
Setelah dilaporkan pihak keluarga pada beberapa minggu yang lalu ke Polsek Bonai Darussalam, maka proses mulai berjalan dan beberapa saksi sudah dilakukan interogasi oleh pihak penyidik. 
 
Namun dalam memastikan penyebab kematian Agus Salim Pihak Kepolisian beberapa waktu yang lalu menghubungi Kades Kepenuhan Timur (Azhar As), yang menyampaikan bahwa untuk membuka penyebab kematian Agus Salim ini perlu untuk dilakukan Otopsi Jenazah, dan pada Saat itu Kasat Reskrim menyampaikan sebelum hal itu dilakukan maka diperlukan surat Persetujuan dari pihak keluarga korban, dan pada saat itu kades mengatakan akan secepatnya memberi jawaban, dan sesegera mungkin akan menyampaikannya kepada pihak keluarga Agus Salim.
 
Berselang 24 jam jawaban telah kami komfirmasi kembali ke Polres Rohul Melalui Satres sekaligus dengan membawa pernyataan 4 orang keluarga diatas matrai 6000, dan disaksikan oleh 5 orang tokoh masyarakat setempat.
 
Hasil surat pernyataan keluarga yang telah diantar ke POLRES ROHUL Melalui tenaga Administrasi Satreskrim Pada hari Selasa, (3/4/2017).
 
Dan pihak kepolisian sangat respon terhadap hal tersebut dan pada hari Kamis (6/4/2017) Sekira jam 16.00 Wib telah mendatangi rumah orang tua Agus Salim dalam hal menyampaikan jawaban akan segera dilakukan otopsi Jenazah Agus Salim. 
 
Namun pada waktu itu belum dipastikan jadwalnya apakah hari Sabtu atau hari Senin, dikarenakan ada 2 tempat yang akan dilakukan otopsi yakni di siak dan Rohul.
 
Namun pada malam harinya sekira pukul 19'00 Wib pihak polres Rohul menghubungi keluarga Agus Salim, yang mana otopsiJenazah Agus Salim akan dilakukan pada Senin (10/4/2017) waktu dan jadwal sekitar siang, karna Tim Dokter akan berangkat dari P. Baru sekitar pukul 08'00 wib pagi.
 
Keluarga diperintahkan untuk memperaiapkan beberapa aitem perlengkapan untuk pelaksanaan otopsi tersebut, diantaranya : Tarpal 6X6 untuk atap, Seng untuk dinding seukuran 6X6, drum air 3 buah, 1 buah mesin genset, 2 buah Meja ukuran 1X2, Kain Kafan baru, Penggali Kubur, RT, RW, Kadus, Ustad, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat.
 
Semua ini telah mulai dipersiapkan oleh keluarga dan akan dilengkapi semuanya pada hari minggu nanti, sehingga pada hari Senin, telah dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya.
 
Tindakan otopsi ini diharapkan oleh pihak kelurga kepada pihak Kepolisian agar dapat mengungkap secara terang dan benar penyebab kematian Agus Salim ini, jika semuanya bekerja secara  profesional dan bertanggung jawab, kami keluarga sangat meyakini akan dapat terungungkap dan ditangkap pelakunya.
 
Sangat kami yakini kematian keluarga kami ini diduga dianiaya secara bersama-sama oleh pemilik walet, dkk. Karena kami juga sudah menginterogasi beberapa orang termasuk teman Agus Salim malam itu yaitu AM Alias IC yang saat ini masih ditahan di Polsek Kepenuhan, setelah kembali ditangkap sehabis kabur dari tahanan Polsek.
 
Mari kita kawal dan giring proses ini hingga tuntas, dan mari kita bantu polisi untuk mengumpulkan informasi dan bukti-bukti,  dengan tujuan agar kejadian yang serupa tidak lagi terulang ditengah warga masyarakat kita, kita harus sama-sama memperkuat polisi dan hukum yang  berlaku di Negara kita, didalam KUHAP kita tidak dikenal hukum rimba, semua tindak Pidana ada pasal dan konsekwensinya.(CR02/tin/R-07)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]