Loading...

Begini Kronologis Penangkapan 40 Kg Sabu dan 160.000 Butir Ekstasi di Simpang Buatan

Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara membuka bungkusan penutup barang bukti sabu tangkapan Polda Riau di Simpang Buatan.

Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Keberhasilan Direktorat Reskrim Narkoba (Dirres Narkoba) Polda Riau dalam mengungkap jaringan narkotika internasional dengan barang bukti 40 kilogram sabu dan 160.000 butir ekstasi patut diacungi jempol.
 
Jumlah ini adalah sejarah tangkapan terbesar dari peredaran narkotika yang pernah terjadi di Provinsi Riau dalam beberapa tahun terakhir.
 
Keberhasilan pengungkap aktivitas sindikat internasional tersebut ternyata bermula dari bocoran informasi dari masyarakat bahwa akan ada beberapa kendaraan yang akan melintas di daerah Buatan, Kabupaten Siak yang diduga membawa narkotika dalam jumlah besar. 
 
Aparat kepolisian pun membuat tiga tim untuk melakukan pengintaian di Simpang Buatan, kabupaten Siak. 
 
Hanya beberapa jam dari saat pengintaian, ternyata benar, dua unit mobil mencurigakan yang melintas dan langsung dilakukan pengejaran. 
 
Peristiwa tersebut terjadi Jumat tengah malam, sekitar pukul 23.30 WIB. 
 
Pertama sekali tertangkap adalah Z alias Fad yang menggunakan mobil Jaz warna Merah dengan plat nomor polisi BM 38 XX.
 
Saat itu, tersangka sedang melintas  di Simpang buatan. Tak ingin kehilangan buruan, tim I langsung mengikuti dan memberhentikan mobil yang dikendarai tersangka. 
 
Dalam penggledahan yang dilakukan di mobil Jazz yang dikendarai Z alias Fad ditemukan  20 kg sabu-sabu dan 96.800 butir pil ekstasi yang dikemas dalam berbagai bungkusan.
 
Hanya berselang beberapa saat, tim II yang melakukan pengejaran terhadap mobil Inova warna hitam BM 1030 XX juga berhasil menghentikan dan membekuk sopir berinisial A alias Kar. 
 
Dalam penggeledahan di mobil Innova ini, aparat berhasil menemukan 19 kg sabu dan 9.680 butir ekstasi. 
 
Dari penangkapan itu, aparat kepolisian masih belum berhenti melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika kelas kakap yang diduga akan disuplai ke beberapa provinsi di Sumatera. 
 
''Sementara, dari hasil pengungkapan awal totalnya ada 39 kilogram sabu-sabu dan 160.000 pil ekstasi,'' ungkap kapolda Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara.
 
Kuat dugaan, barang haram dalam jumlah besar tersebut diselundupkan dari Malaysia melalui wilayah perairan Riau.
 
''Saat ini, kedua tersanka pelaku yang diduga menjadi kurir berserta barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi  juga dua unit mobil yang digunakan sudah diamankan. Aparat masih mengejar otak jaringan sindikat barang haram ini,'' kata Kapolda. 
 
 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]