SOAL PENUNDAAN TENDER JASA KEAMANAN DPRD, DEDET BINGUNG, YANG TENDER SIAPA...?

Print

NOVIWALDY JUSMAN

NOVIWALDY JUSMAN

Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, mengaku heran dengan wacana penundaan pengadaan jasa keamanan atau security yang berjumlah 136 orang di DPRD Riau. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau yang melakukan tender dan pihak yang sama pula yang meminta untuk ditunda.

"Dia sudah tender? Yang menender siapa? Pemprov ? Pemprov kepalanya siapa? Gubernur? Ya gimana, Gubernur yang menender Gubernur yang minta tunda?," tanya Dedet heran saat dikonfirmasi, Selasa (14/03/2017).

Politisi yang akrab disapa Dedet tersebut menanggapi statement Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, di salah satu media yang meminta jika tender pengadaan 136 orang security di DPRD Riau belum dilakukan sebaiknya ditahan dulu. Kendati, Andi Rachman tidak menegaskan apakah ditahan untuk ditunda pelaksanaannya atau dihentikan sama sekali.

Meski penundaan tender tersebut, menurut Dedet, mustahil dilaksanakan. Dirinya mengaku tidak mengetahui berapa besaran anggaran yang dialokasikan dan jumlah security yang diadakan. Dedet malah mengarahkan untuk menanyakan hal tersebut ke Sekretaris DPRD Riau Kaharuddin dan Komisi A DPRD Riau sebagai komisi yang melakukan pembahasan anggaran.

"Saya kurang tahu pasti. Silahkan tanya sama Sekwan (Sekretaris Dewan, Kaharuddin, red). Di APBD kan sudah ada. Saya kurang tahu pasti. Komisi A yang bisa jawab," lanjut legislator asal Kota Pekanbaru.

"Saya belum sempat menghitung (jumlahnya). Tapi itu urusan Sekretariat (Dewan) yang menghitung. Kan ada aturan menghitungnya," sambungnya.

Saat ditanyakan mengenai anggaran yang diperuntukkan untuk pengadaan security yang diketahui sebesar Rp5,6 miliar itu terlalu besar atau tidak, mengingat kebijakan pemerintah melakukan rasionalisasi anggaran, Dedet menyebut hal tersebut telah dianalisa sebelumnya.

"Kita lihat dulu yang diamankan itu apa-apa saja. Disitu kan ada analisanya. Tidak mungkin ada mark up," tegas Politisi Partai Demokrat tersebut seraya menyebut kalau tidak ada security yang melekat pada dirinya, sebagaimana yang diungkapkan Sekwan Riau, Kaharuddin, sebelumnya.

"Di samping ruangan saya, ada. Di saya tidak ada. Tuhan saja (yang mendampingi saya). Ada gak sih yang melekat itu, saya belum tahu," pungkas Noviwaldy Jusman.

Sebelumnya, anggota DPRD Riau Muhammad Adil meminta agar Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, untuk mencopot Kaharuddin sebagai Sekretaris DPRD Riau, karena dinilai tidak bekerja sesuai prosedur dan kerap melontarkan statement yang kontradiktif.

Penegasan M Adil tersebut, terkait dugaan penyimpangan dalam kegiatan pengadaan jasa keamanan atau security di DPRD Riau.(R-04)




Sumber Berita: Riaubook

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA