Loading...

RUPS 2017, Pertumbuhan Ekonomi 2016 Lambat, Bank Riau Kepri Raih Pendapatan Rp452,86 Miliar

Suasana RUPS 2017

Pekanbaru, RIAUAIR.COM- Tahun 2016 adalah tahun dengan pertumbuhan ekonomi terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Namun, situasi tersebut berhasil diatasi Bank Riau Kepri.

Sepanjang tahun 2016 lalu, setidaknya, Bank milik masyarakat Riau tersebut tumbuh cukup signifikan dengan perolehan 452,86 miliar  atau naik sekitar 51,97 persen dibandingkan tahun 2015 lalu.

Situasi ini tentu juga luar biasa, mengingat sepanjang tahun 2016, pertumbuhan ekonomi nasional hanya berkisar 5,2 persen, adapun untuk riau, terjadi perlambatan hingga kisaran 2,2 persen.

Kondisi inilah yang kemudian membuat Gubernur Riau Arsyadjuliandy Rachman memberikan apresiasi positif atas kinerja Bank Riau pada Rapat umum Pemegang Saham (RUPS) dan RUPS Luar Biasa yang dilaksanakan JUmat (3/3/2017) lalu di Ballroom lantai 4 Menara Bank Riau Kepri di bilangan Sudirman Pekanbaru.

Rapat diawali dengan pelaksanaan RUPS Tahunan 2016 dipimpin Komisaris Utama BRK H.R. Mambang Mit yang dihadiri 6 bupati selaku pemegang saham.

Enam bupati memberikan apresiasi atas kinerja BRK untuk tahun 2016, sebab kondisi ekonomi 2016 yang sangat lambat tumbuhnya dan bahkan di Riau sekitar 2,2% tumbuh ekonominya, dibawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%, namun Bank Riau Kepri bisa meraih Laba bersih pada tahun 2016 diperoleh sebesar Rp452,86 miliar atau naik sebesar 51,97% dibandingkan dengan tahun 2015.

Apresiasi yang sama untuk Bank Riau Kepri juga disampaikan dari Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan juga sebagai pemegang saham pengendali BRK.

RUPS Bank Riau Kepri ini dihadiri oleh 2 orang Gubernur yaitu Gubernur Riau dan Gubernur Kepulauan Riau serta 19 orang Bupati / Walikota dari dari Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau. Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman.

Diantara bupati dan wali kota yang hadir adalah, Bupati Siak Syamsuar, Bupati Meranti Irwan Nasir, Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi, Walikota Dumai Zulkifli As, Plt Walikota Pekanbaru Edward Sanger, Bupati Kuansing Mursini, Walikota TanjungPinang Lis Darmansyah, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra, Sekda Indragiri Hilir Said Syarifuddin, Sekda Batam Jefridin, Sekda Rokan Hilir Surya Arfan, Sekda Indragiri Hulu Hendrizal, Sekda Karimun Firmansyah.

Dari Bank Riau Kepri hadir Komisaris Utama H.R. Mambang Mit, Komisaris A. Rivaie Rachman, Direktur Utama DR.H. Irvandi Gustari, Direktur Operasional Denny Mulia Akbar dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Eka Afriadi.

Pelaksanaan RUPS Tahunan dan RUPS LB tersebut antara lain membahas beberapa agenda penting, seperti Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Pertanggungjawaban Direksi dan Hasil Audit Kantor Akuntan Publik atas Laporan Keuangan yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2016. Selain itu juga akan disampaikan rencana bisnis Bank Riau Kepri tahun 2017 kepada pemegang saham.

Dalam rapat umum pemegang saham juga  memutuskan rencana Persetujuan Penambahan Modal yang Telah Disetor, Penetapan Pengurus Perseroan, penetapan Dewan Pengawas Syariah, Rencana Spin Off Syariah, Rencana Penerbitan Obligasi dan Penetapan Cadangan Tujuan.

Dirut bank Riau Kepri, Irvandi Gustari menyebutkan, saat ini, kondisi Bank Riau Kepri menghadapi tantangan yang luar biasa beratnya dimana pada triwulan 3 dan 4 tahun 2016 ada beberapa indikator ekonomi yang menjadi perhatian khusus yang menjadikan adanya kontraksi pada pertumbuhan ekonomi," ungkap DR. Irvandi Gustari.

Selain itu,Kebijakan Menteri Keuangan pada triwulan 3 dan 4 tahun 2016 yang meminta pada BUMN agar dana-dana yang ditempatkan pada perbankan untuk ditempatkan dalam bentuk obligasi negara, tentu saja hal ini menjadikan likuiditas sangat ketat di dunia perbankan.

Namun begitu, tahun 2016 juga terjadi perbaikan kualitas kredit yang menyebabkan turunnya cadangan biaya CKPN (cadangan kredit macet), dimana biaya pencadangan pada tahun 2015 sebesar Rp262,63 miliar sedangkan pada tahun 2016 turun menjadi sebesar Rp99,12 miliar.

Selain itu Beban operasional pada tahun 2016 yang berasal dari beban bunga sebesar Rp999,84 miliar, turun sebesar 15,52% dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp1,18 triliun.

Irvandi mengatakan bahwa Laba di Tahun 2016 mengalami peningkatan, hal ini tampak pada Laba sebelum pajak pada tahun 2016 sebesar Rp607,01 miliar, naik sebesar 46,16% dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar Rp415,32 miliar. Laba bersih pada tahun 2016 diperoleh sebesar Rp452,86 miliar, naik sebesar 51,97% dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp298 miliar. Selain itu beban Bank Riau kepri ditahun 2016 sebesar Rp1,93 triliun, turun sebesar 13,82% dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp2,24 triliun.

Pada tahun 2016 juga terjadi perbaikan kualitas kredit yang menyebabkan turunnya cadangan biaya CKPN (cadangan kredit macet), dimana biaya pencadangan pada tahun 2015 sebesar Rp262,63 miliar sedangkan pada tahun 2016 turun menjadi sebesar Rp99,12 miliar. Selain itu Beban operasional pada tahun 2016 yang berasal dari beban bunga sebesar Rp999,84 miliar, turun sebesar 15,52% dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp1,18 triliun.

Bank Riau Kepri ditahun 2016 juga mengalami peningkatan jumlah asset dimana per 31 Desember 2016 naik sebesar 7,52%. Hal ini juga turut diikuti dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2016 dengan komposisi dana pemda sebesar 14,95% dan dana non pemda sebesar 85,05%. Komposisi dana murah lebih besar dibandingkan dengan dana mahal yakni 58,13% berbanding 41,87% serta kenaikan Kredit dan pembiayaan per 31 Desember 2016 sebesar Rp15,08 triliun yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp14,75 triliun atau naik sebesar Rp337,94 miliar. Ditahun 2016 hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank (TKB) Bank Riau Kepri tahun 2016 berada pada Peringkat 2.

Sedangkan untuk Penyaluran Kredit ditahun 2017 akan dilaksanakan Kredit Produktif terutama kredit UMKM, Penerapan penyaluran kualitas kredit pada UMKM melalui Scoring System, Optimalisasi partisipasi dan kerjasama dalam penyaluran kredit baik kredit program maupun kredit lainnya (KUR/LBDP/BPDP, Program Sejuta Rumah, Jaring) dengan Instansi Pemerintah Terkait, Pendirian unit KPR Center di Pekanbaru, Revitalisasi fungsi kedai dalam rangka penyaluran kredit mikro kecil dan Internalisasi penerapan Credit Risk Management dan pengaturan limit kredit.(R-03/i)
 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]