Loading...

DEPRESI, Guru Honor Cantik Ini Bunuh dan Mutilasi Pacarnya dengan Gergaji Mesin

Pelaku Gabriele, menutup wajahnya dengan selembar kertas

Munich, RIAUAIR.COM - Sebuah pembunuhan sadis bikin geger masyarakat Jerman. Seorang wanita membunuh pacarnya sendiri dengan gergaji mesin, sebelum akhirnya memutilasi kekasihnya itu dan menyembunyikan jasadnya.
 
Dilansir harian Independent, Kamis (16/2/2017), pembunuhan itu dilakukan oleh seorang guru bernama Gabriele P (32). 
 
Peristiwa mengerikan tersebut berlangsung saat keduanya tengah berhubungan badan, di mana sang kekasih sudah dalam keadaan terikat di ranjang serta mengenakan kacamata renang gelap sebagai bagian dari permainan seks mereka.
 
Pembunuhan itu sendiri terjadi pada Desember 2008 lalu, berdasarkan pengakuan terdakwa, yang saat itu masih berusia 23 tahun. Polisi sendiri baru menemukan jasad korban yang teridentifikasi bernama Alex H (28) setahun lalu, di taman sebuah rumah Kota Munich tempat keduanya tinggal bersama.
 
Jaksa penuntut umum menyebut pasangan ini sempat berhubungan badan sebelum terdakwa membunuhnya dengan gergaji mesin yang membelah dadanya. Dia tewas akibat luka berat di tubuh bagian atas, sebelum dimutilasi oleh kekasihnya sendiri. 
 
Gabrielle, yang bekerja sebagai guru honorer saat kejadian, mengakui pembunuhan atas Alex yang merupakan mahasiswa jurusan sastra tersebut. Namun, dia beralasan tindakan itu dilakukannya tanpa disengaja karena merasa depresi.
 
Terdakwa mengaku terdorong menghabisi nyawa kekasihnya akibat putus asa, pria yang lebih tua beberapa tahun serta memaksanya untuk melakukan 'permainan seks yang menghina'. Hal itu dikatakannya di hadapan pengadilan sesaat setelah sidang dibuka.
 
Keduanya bertemu saat Gabrielle masih berusia 16 tahun. Setelah umurnya beranjak 18 tahun, mereka pindah ke rumah peninggalan neneknya untuk tinggal bersama, namun hubungan keduanya berubah menjadi seperti neraka.
 
"Dia menjadi dua orang berbeda. Yang satu membuat saya jatuh cinta karena berpendidikan dan lucu," katanya.
 
Namun, sisi lain Alex membuatnya melakukan aktivitas seksual yang membuatnya merasa tidak nyaman. Untuk mengungkap rasa depresi itu, pengacara Gabrielle berencana untuk membuka buku harian, di mana terdakwa mencatat perbuatan korban untuk melakukan hubungan badan dengan cara aneh.
 
Pada Desember 2008, pertengkaran keduanya semakin hebat dan Gabrielle mengusir kekasihnya keluar dari rumah. Namun beberapa saat kemudian mereka rujuk dan mengizinkan Alex kembali ke pelukannya, di mana jaksa penuntut meyakini terdakwa berusaha terlihat ingin bersama kembali dan telah merencanakan pembunuhan itu.
 
Malamnya, Alex menutup matanya sendiri dengan memasangkan kacamata renang yang sudah dibungkus plester dan meminta Gabrielle mengikatnya dengan kencang di ranjang. Setelah merasa ikatannya kencang, di situlah terdakwa menggergaji dadanya hingga terbuka.
 
Berdasarkan pengakuannya, gergaji itu sudah berada di dalam kamar karena keduanya memang sedang melakukan renovasi, dan satu-satunya benda yang ada di dekatnya. Setelah menyadari kekasihnya tewas, dia langsung menutup jasadnya dan langsung keluar dan dibiarkan tergeletak begitu saja selama enam bulan.
 
Setelah itu, dia membawa kekasih barunya Christian K ke dalam rumah, dan melihat jasad itu. Tanpa melaporkan kejadian tersebut, Christian malah membantu terdakwa menguburnya di taman.
 
Christian sendiri sudah dijatuhi vonis dua tahun delapan bulan penjara akibat menyembunyikan jasad tersebut dalam sidang berbeda. Dalam putusan hakim, dia disebutkan membantu terdakwa menyembunyikan mayat yang sudah tidak dicintai Gabrielle.
 
Hilangnya Alex sempat membuat khawatir orangtua angkatnya, namun Gabrielle berhasil meyakinkan mereka bahwa Alex memilih pergi ke Rumania bersama pacar barunya, dan memutus kontak.
 
"Gabi sudah berbohong. Saya lihat ke matanya dan saya menyadari dia benar-benar monster berdarah dingin," ujar ibu angkat Alex, Thea E, yang mengaku menghabiskan waktunya bertahun-tahun demi menemukan putra angkatnya itu. (R-01/Mdk)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]