IDAP SINDROM 'MANUSIA POHON', Wajah Bocah Ini Mulai Ditumbuhi 'Kayu'

Print

Bocah Sahana Khatun yang idup penyakit aneh

Bocah Sahana Khatun yang idup penyakit aneh

Dhaka, RIAUAIR.COM - Sekitar empat tahun yang lalu di wajah bocah perempuan Sahana Khatun (10) tumbuh kutil keras. Awalnya keluarga tidak ada yang curiga namun lama-lama makin banyak kutil tumbuh di wajah Sahana sehingga membentuk lapisan seperti kayu yang tebal.
 
Karena khawatir akhirnya Sahana dibawa untuk mendapat pertolongan medis. Dokter di Dhaka, Bangladesh, curiga bahwa apa yang dialami Sahana adalah karena sindrom langka manusia pohon atau bahasa medisnya epidermodysplasia verruciformis (EV).
 
Penyakit tersebut muncul karena kelainan genetik dan hanya memengaruhi sebagian kecil populasi di dunia. Dari kasus yang pernah tercatat pasien sindrom ini semuanya laki-laki sehingga bila memang kondisi Sahana terkonfirmasi ia bisa jadi pasien perempuan pertama yang terpengaruh.
 
"Kami sangat miskin. Sahana kehilangan ibunya saat dia masih berusia enam tahun. Saya harap dokter dapat menghilangkan kayu-kayu ini dari wajah cantik putri saya," ungkap sang ayah, Mohammad Shahjahan, seperti dikutip dari BBC, Rabu (1/2/2017).
 
Saat ini dokter masih memeriksa kondisi Sahana. Harapannya meski memang terkena sindrom manusia pohon ia memiliki versi yang lebih jinak.
 
Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Disease Markers 2010 orang yang terpengaruh oleh EV menjadi lebih rentan terkena infeksi human papilloma virus (HPV) di kulit. Virus tersebut memicu kutil yang pada pengidap sindrom akan tumbuh dengan liar dan cepat sehingga dirinya terbungkus oleh lapisan kutil tebal menyerupai pohon.
 
Bila didiamkan saja seorang pasien bisa berakhir lumpuh karena lama-lama dirinya tidak bisa bergerak bebas. Contoh kasus yang baru-baru ini dilaporkan juga terjadi pada pria berusia 26 tahun Abul Bajandar yang seluruh tangan dan kakinya dipenuhi kutil seperti akar.
 
Sejauh ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan total EV sehingga ada kemungkinan tumor kembali setelah dilakukan operasi pengangkatan. (R-01/Dtc)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA