Loading...

NASIB MALANG SI 'GADIS ULAR'... Penyakit Tak Bisa Diobati, Ganti Kulit Setiap 45 Hari

Shalini Yadav (16) menderita Eritroderma

New Delhi, RIAUAIR.COM - Seorang gadis remaja dengan kondisi kulit yang langka telah dikeluarkan dari sekolah karena teman sekelasnya ketakutan kepadanya.
 
Shalini Yadav (16) menderita Eritroderma, sebuah penyakit yang membuat dia 'berganti kulit' setiap enam minggu sekali.
 
Akibat penyakit yang juga dikenal sebagai Sindrom Red Man itu, Shalini harus berendam dalam air setiap jam. Dia juga harus mengoleskan krim pelembap setiap tiga jam pada kulitnya agar tidak kering dan mengelupas.
 
Namun sayang, keluarganya tidak mampu mengusahakan krim pelembab. Untuk diketahui, Eritroderma ini masih belum ditemukan obatnya.
 
Ganti Kulit Setiap 45 Hari
Shalini mengalami penyakit yang membuatnya berganti kulit setiap 45 hari ini sejak dia lahir.
 
"Dia menderita penyakit tersebut sejak dia lahir," kata ibunya, Devkunwar, dengan penuh putus asa.
 
Devkunwar mengatakan Shalini sudah beberapa kali diperiksakan ke dokter, tapi tak satu pun dari mereka yang bisa mengobatinya. "Kini kondisinya semakin buruk," keluh ibunya.
 
"Saya tidak bisa berbuat apa-apa setiap kali kulitnya terkelupas. Itu membuat anak saya kesakitan," tambah Devkunwar.
 
Kata Devkunwar, meski penyakit tersebut tidak mematikan, tapi telah merusak kehidupan Shalini sedikit demi sedikit. "Kami tak tahu ke mana harus pergi dan mencari pengobatan," tambahnya.
 
Devkunwar sangat sedih dengan kondisi anaknya yang dibilang orang seperti ular itu. Bagi Devkunwar, kematian mungkin jalan yang terbaik bagi anaknya.
 
Kaku dan Sulit Bergerak
Tidak hanya mengelupas, kulit Shalini juga keras hingga membuat tubuh remaja malang itu kaku dan sulit bergerak.
 
Menurut Devkunwar, Shalini punya dua saudara, Sejal (15) dan Price (8), yang semuanya lahir dan tumbuh normal.
 
"Ini sangat menyedihkan karena dia lahir tidak normal dan punya sisik di sekujur tubuhnya," kata Rajbahadur, ayah Shalini.
 
"Kulitnya juga terlihat seperti terbakar, mulai dari kaki hingga kepala," tambahnya.
 
Sementara itu, Shalini mengatakan dia sebenarnya masih ingin sekolah. Tapi kondisinya telah memaksa Shalini harus keluar karena teman-temannya ketakutan kepadanya.
 
"Seluruh keluarga jadi menderita karena membiayai penyakitku. Tapi apa salahku? Apa dosaku hingga dikutuk dengan penyakit seperti ini? Aku ingin hidup normal, tolong aku jika kalian bisa," kata Shalini. (Sumber: dailymail.co.uk)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]